Laporan Kontributor Tribunjabar.idPangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ratusan warga mendatangi lokasi kapal tongkang pengangkut batu bara yang kandas dan kini sudah alam posisi terbalik di kawasan perbatasan Pantai Batuhiu, Kecamatan Parigi dan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Pantauan di lapangan, sebagian warga memungut material batu bara yang berceceran di sepanjang bibir pantai.
Mereka datang dengan membawa karung hingga wadah plastik berukuran besar untuk mengumpulkan batu bara yang terbawa ke daratan.
Material yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa pulang oleh warga. Aktivitas warga berlangsung di tengah upaya pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian.
Petugas Satpolairud Polres Pangandaran terlihat memasang garis polisi (police line) di sekitar area kapal dan lokasi sebaran material batu bara.
Baca juga: Breaking News - Kapal Tongkang Batu Bara Terbalik di Pangandaran, Air Laut Berwarna Hitam
Meski sudah dipasang pembatas dan diberikan imbauan agar tidak mendekati lokasi, sejumlah warga tetap bertahan di sekitar pantai dan terus memungut material yang ditemukan.
Seorang warga, Kartisem (64), mengaku sengaja mengambil batu bara untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga.
"Buat mirun sene (tungku api di dapur), nanti dijemur dulu supaya kering," ujar Kartisem kepada Tribun Jabar sambil membawa wadah berisi batu bara.
Kepolisian pun menegaskan bahwa area tersebut masih masuk lokasi kejadian dan belum aman untuk aktivitas masyarakat.
Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin mengatakan pihaknya sudah memasang garis polisi dan meminta masyarakat tidak mendekati lokasi.
"Lokasi TKP sudah kami police line. Tidak boleh ada yang mendekati karena terlalu berbahaya," katanya.
Selain faktor keselamatan, area sekitar tongkang masih dalam proses penanganan sehingga akses masyarakat perlu dibatasi.
Menurutnya, proses evakuasi kapal tongkang akan segera dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar serta mengurangi potensi dampak lanjutan di kawasan pesisir.
"Nanti segera dilakukan evakuasi agar tidak terus menjadi perhatian masyarakat dan tidak berdampak lebih jauh," ucap Anang. (*)