Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bagus Sakti Temui Pedagang di Pasar, Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi Golkar, Bagus Sakti Maulana turun langsung menemui pedagang dan ibu rumah tangga di Pasar Jatilaba, Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng untuk mendengar keluhan yang selama ini mereka rasakan.
Bagus berjalan menyusuri lorong pasar, menyapa pedagang satu per satu, berbincang dengan emak-emak yang sedang berbelanja, hingga mendengarkan curahan hati mereka terkait kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik.
Sejumlah pedagang mengaku penjualan masih naik turun.
Mereka merasakan daya beli masyarakat belum kembali normal.
Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan pokok juga masih menjadi beban bagi banyak keluarga.
Tak hanya pedagang, para ibu rumah tangga yang ditemui di pasar turut menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Mulai dari harga kebutuhan sehari-hari yang masih tinggi dan sulitnya mencari pekerjaan bagi anggota keluarga mereka.
Bagi Bagus, suara yang muncul dari pasar bukan sekadar keluhan biasa.
Menurutnya, itulah potret nyata kondisi masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Kehadiran saya di sini ingin mendengar langsung kondisi yang dirasakan pedagang dan masyarakat. Aspirasi yang mereka sampaikan menjadi bahan penting untuk kami perjuangkan dalam kebijakan pemerintah daerah. Banyak curhatan yang saya terima seperti harga kebutuhan sehari-hari sampai sulitnya mencari pekerjaan," ungkap Bagus Sakti, pada Tribunjateng.com.
Bagus menekankan, tugas wakil rakyat tidak cukup hanya hadir dalam rapat-rapat resmi atau agenda seremonial.
Kehadiran langsung di tengah masyarakat dan mendengar keluh kesah, masukan mereka menjadi cara paling efektif untuk mengetahui persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Menurut Bagus, pasar tradisional merupakan salah satu indikator utama kesehatan ekonomi daerah.
Ketika aktivitas perdagangan lesu dan daya beli menurun, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata agar dampaknya tidak semakin meluas.
"Menurut saya pemerintah daerah harus mampu menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran. Seperti menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelaku UMKM, hingga menyediakan jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan," tegasnya.
Bagus meyakinkan DPRD Kabupaten Tegal akan terus hadir di tengah masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan pedagang dan warga di pasar bukan sekadar catatan, melainkan amanah yang harus diperjuangkan.
Tujuannya agar pemerintah daearah mampu mengambil langkah yang dapat meminimalisir dampak ekonomi dan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Saya memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun dari Pasar Jatilaba akan dibawa ke tingkat pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Tegal agar menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan ke depan," tandas Bagus. (dta)