Kritik Ronaldo Kian Keras, Bothroyd: Dia Tak Akan Pernah Jadi Lionel Messi
Dwi Setiawan June 19, 2026 05:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Jika Cristiano Ronaldo ingin seperti Lionel Messi, itu tidak akan pernah terjadi menurut mantan penyerang Inggris, Jay Bothroyd saat memberikan penilaian terhadap penyerang Portugal itu setelah ditahan imbang RD Kongo 1-1 pada Kamis (18/6/2026).

Pemain veteran berusia 41 tahun itu tidak memberikan dampak yang signifikan dalam permainan Portugal ketika menjadi starter melawan Kongo.

Ronaldo minim melakukan sentuhan, mengganggu ritme permainan, bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.

"Ronaldo terlihat minim sentuhan dan tidak terlalu banyak terlibat dalam permainan. Dengan faktor usia yang dimilikinya saat ini, Portugal perlu mempertimbangkan pengelolaan menit bermain yang lebih efektif," menurut analisa Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi kepada Tribunnews.

"Portugal memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menjadi solusi. Karena itu, tim pelatih harus berani melakukan penyesuaian apabila diperlukan demi menjaga efektivitas permainan tim," tambahnya.

Melanjutkan pendapat Bothroyd, apa yang dia sampaikan mungkin tidak disukai oleh para penggemar Cristiano Ronaldo. Tetapi itu nyata adanya.

Tidak hanya Bothroyd yang memberikan kritikan terhadap sang megabintang peraih lima ballon d'Or tersebut, tetapi juga beberapa pundit mantan pesepak bola kenamaan di Eropa.

"Anda tahu, dan dia selalu mengejar Messi sepanjang waktu," kata Bothroyd.

"Dia tidak akan pernah menjadi Messi, tetapi apa yang telah dia raih sepanjang kariernya, dia telah memanfaatkan kariernya sebaik mungkin."

"Tapi saat ini dia lebih menjadi penghalang bagi Portugal daripada membantu, dan saya pikir di situlah kesalahan (Roberto) Martinez," sambungnya.

Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026).
Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Pelatih Portugal, Roberto Martinez seharusnya memberikan tempat kepada CR7 sebagai pemain pengganti di babak kedua dengan harapan dapat memberikan solusi atau dampak yang bisa merubah permainan dan hasil.

Tapi ketika Ronaldo terus-terusan bermain sebagai starter, hal itu akan menjadi polemik tentang keputusan Martinez dalam mengelola skuadnya, terutama pada ego Cristiano Ronaldo.

"Sejujurnya, saya pikir jika Ronaldo adalah pemain tim, saya rasa dia harus mundur dan memahami bahwa dia harus menjadi pemain yang masuk dari bangku cadangan sebagai pemain yang memberikan dampak," tegasnya.

"Apakah dia akan pernah melakukan itu? Tidak, saya rasa tidak. Dan itulah intinya," tambahnya.

Mantan penyerang Arsenal, Therry Henry dengan tegas mengkritik Ronaldo karena dia terlalu fokus dengan pencapaian pribadi sehingga harus mengorbankan tim.

"Tim yang harus mencetak gol, bukan Anda," tegas Henry dikutip dari Give Me Sport.

Roberto Martinez seakan menghadapi masalah yang sama di masa sebelumnya saat menjadi juru taktik Belgia.

Belgia di bawah asuhannya berada dalam generasi emas dengan kedalaman skuad dan kualitas individu yang mumpuni.

Begitu juga dengan yang ada di Potugal untuk Piala Dunia 2026 ini.

Tapi perlu diketahui, Roberto Martinez gagal memaksimalkan generasi emas Belgia untuk mengakhiri turnamen sebagai juara.

Pencapaian terbaiknya dengan Belgia meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

"Kini tugas utama Ronaldo Martinez adalah menyatukan para pemain bintangnya. Masalahnya Martinez pernah tangani generasi emas Belgia dan gagal," ucap Football Enthusiast, Gigih W dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Salah satu tugas Roberto Martinez adalah, bagaimana dirinya bisa meredam ego Ronaldo," sambungnya.

Selama dua dekade terakhir, nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi selalu berjalan beriringan dalam setiap perdebatan sepak bola. 

Namun saat Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial, Portugal tidak membutuhkan Ronaldo untuk menjadi Messi. 

Mereka membutuhkan Ronaldo yang mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai kondisinya saat ini. 

Sebab sejarah akan mengingat pencapaian tim, bukan sekadar rivalitas dua pemain terbesar di generasinya.

Tantangan besar bagi Roberto Martinez bukan hanya meracik strategi, melainkan menentukan peran yang paling tepat bagi sang kapten, Cristiano Ronaldo demi kepentingan tim.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.