TRIBUNBANTEN.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat jumlah penderita diabetes di wilayah tersebut telah mencapai 94.607 kasus.
Mayoritas penderita diabetes di Banten kini bukan lagi berasal dari kelompok lanjut usia, melainkan didominasi masyarakat usia produktif.
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti menyampaikan, sebanyak 69.809 kasus atau sekitar 73,8 persen dari total penderita diabetes terjadi pada kelompok usia 15 hingga 59 tahun.
Baca juga: Pemprov Banten Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Rumah Dinas Gubernur, Ini Lokasi yang Disiapkan
Menurut Ati, meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada usia produktif tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat.
Pola makan yang kurang sehat serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang memicu peningkatan kasus.
"Yang harus menjadi perhatian adalah pola makan dan aktivitas fisik. Saat ini banyak anak dan remaja mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sementara aktivitas fisiknya semakin berkurang," kata dia di Serang, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya diabetes lebih banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia.
Namun, kondisi tersebut kini mulai bergeser karena gaya hidup modern yang membuat masyarakat usia muda lebih rentan mengalami gangguan kesehatan tersebut.
Selain konsumsi gula berlebih, sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 antara lain obesitas, kurang bergerak atau minim aktivitas fisik, pola tidur tidak teratur, serta faktor genetika.
"Jangan menunggu sakit dulu. Biasakan keluarga menerapkan pola hidup sehat, kurangi gula berlebih, rajin berolahraga, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,"kata Ati, dikutip Antara.
Berdasarkan data Dinkes Banten per 10 Juni 2026, penderita diabetes pada kelompok lansia di atas 60 tahun tercatat sebanyak 22.905 kasus.
Sementara itu, kasus diabetes juga ditemukan pada kelompok usia anak. Dinkes mencatat sebanyak 1.651 kasus terjadi pada anak usia 6-14 tahun, 241 kasus pada usia 1-5 tahun, serta satu kasus pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Dari sisi persebaran wilayah, Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di Banten dengan total 25.155 kasus.
Kemudian disusul Kota Tangerang Selatan sebanyak 20.787 kasus, Kabupaten Lebak 20.226 kasus, dan Kota Tangerang sebanyak 19.450 kasus.
Wilayah lainnya yakni Kota Cilegon dengan 3.440 kasus, Kabupaten Pandeglang 2.550 kasus, Kabupaten Serang 1.694 kasus, serta Kota Serang sebanyak 1.305 kasus.