Jembatan Penghubung 2 Kecamatan Rampung, Akses Warga Tanjungjaya ke Kota Tasikmalaya Lebih Cepat
Machmud Mubarok June 19, 2026 06:19 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Perum Perhutani bersama BSI Maslahat dan Sinergi Amil Zakat (SAZ), meresmikan jembatan penghubung kecamatan yang berlokasi di Kampung Cikadu, Desa Cilolohan, Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026).

Untuk pembangunan jembatan penghubung antarkecamatan Tanjungjaya dan Sukarame ini bantuan dari Perum Perhutani, BSI dan Sinergi Foundation dengan panjang jembatan sekitar enam puluh meter.

Adapun waktu pembangunan berlangsung selama 2 minggu dengan dibantu tim gabungan bersama warga dari 2 kampung.

"Alhamdulillah hari ini telah diresmikan jembatan maslahat yang merupakan hasil sinergi dari beberapa pihak dan juga warga. Sedangkan pihak donatur berasal dari BSI dan Perhutani," ucap Administratur/KKPH Tasikmalaya Danu Prasetyo kepada TribunPriangan.com, 

Dani menyebut, bagi Perhutani ini merupakan implementasi dari salah satu prinsip pengelolaan hutan tetapi mampir memberikan manfaat nyata dengan pembangunan jembatan.

"Jadi fungsi kami tidak hanya mengelola hutan tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat dengan melalui program TJSL," jelasnya.

Baca juga: Jembatan Jaya Perkasa Dibangun dari Era RK hingga Bey, DPRD Pangandaran: Hasil Lobi Jeje Wiradinata

Baca juga: Gubernur Dedi Resmikan Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Ganti Nama Jadi Jembatan Jaya Perkasa

Ia berharap, ke depan pemeliharaan jembatan dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, secara ekonomi dan kegiatan warga semakin mudah.

"Untuk panjangnya enam puluh meter dilakukan proses pengerjaan selama 2 minggu dibantu oleh warga dari 2 kampung di 2 kecamatan," ujarnya.

Danu menjelaskan, untuk bantuan pembangunan jembatan pertama kali dilaksanakan. Untuk bantuan madrasah dan jalan sudah terlaksana.

"Kalau implementasi Perhutani baru ini untuk jembatan, tetapi untuk yang lain kita sudah seperti perbaikan jalan, madrasah," kata Danu.

Sementara itu, warga Kampung Cikadu, Ade (55) mengungkapkan, peresmian jembatan ini semakin mudah dijangkau menuju ke wilayah kota maupun kampung lain.

Menurutnya, kondisi jembatan awal cukup memprihatinkan dan cukup bahaya ketika dilintasi karena sudah lapuk kayu penahan jembatan.

"Alhamdulillah ada yang bantu, jadi kami dari warga Cikadu bisa lebih lancar ke wilayah Sukarame maupun ke Kota Tasikmalaya semakin cepat," kata Ade.

Ade meminta setelah dibangun, jembatan bisa dirawat dengan baik supaya mobilitas warga dari 2 wilayah tidak terhambat kembali.

"Kalau mau ke Pasar Cikurubuk Kota Tasik lebih cepat, ketimbang harus memutar arah ke Mangunreja, bahkan beberapa warga yang kerja di kota bisa melintas ke sini karena jadi jalan alternatif," ungkap Ade. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.