Sejak 1950an, Kekompakan Warga Bulurejo Pertahankan Tradisi Sebar Apem hingga Pagelaran Wayang Kulit
Delta Lidina June 19, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi kekompakan warga Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Klaten yang mampu mempertahankan tradisi Kirab Budaya, Sebar Apem, dan Pagelaran Wayang Kulit sejak tahun 1950-an hingga sekarang. 

Hal itu disampaikan Hamenang saat menghadiri rangkaian kegiatan budaya tahunan yang digelar masyarakat Bulurejo, Kamis (18/6/2026) malam, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Hamenang menilai keberlangsungan tradisi tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong-royong masyarakat desa.

“Alhamdulillah pada malam hari ini kita masih diberi nikmat sehat sehingga dapat bersama-sama nguri-uri kebudayaan Jawa sekaligus menyambut Tahun Baru Islam," terang Bupati Kota Seribu Umbul Hamenang.  

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Klaten, saya menyambut baik dan mengapresiasi bagaimana guyubnya warga masyarakat Desa Bulurejo dalam menjaga kebudayaan Jawa,” pujinya.

Ia mengatakan tidak semua daerah mampu mempertahankan tradisi budaya secara konsisten dalam kurun waktu yang panjang.

KIRAB TRADISI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri tradisi Sebar Apem dan Kirab Budaya di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kamis (18/6/2026) malam.
KIRAB TRADISI KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri tradisi Sebar Apem dan Kirab Budaya di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kamis (18/6/2026) malam. (Istimewa/Prokopim Setda Klaten)

“Tadi disampaikan oleh panitia bahwa tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1950-an dan tetap terjaga sampai hari ini. Tentu tidak semua desa bisa menyelenggarakan acara seperti ini. Ini menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Bulurejo,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan diawali kirab budaya yang diikuti warga setempat. Malam itu, masyarakat dari berbagai usia memadati area kegiatan untuk menyaksikan prosesi sebar apem dan pagelaran wayang kulit.

Berdasarkan data panitia, lebih dari 4.000 apem disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat berbagi menjelang pergantian tahun.

“Di dalam tradisi ini terdapat nilai-nilai luhur berupa semangat berbagi, saling memaafkan, dan gotong royong." 

"Harapan kita bersama, memasuki Tahun Baru Jawa dan Tahun Baru Islam, kehidupan masyarakat Desa Bulurejo semakin baik, semakin sejahtera, dan penuh keberkahan,” ungkap Hamenang.

Ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Klaten dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

“Kami juga titip doa agar Pemerintah Kabupaten Klaten diberikan kelancaran dalam mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga Kabupaten Klaten ke depan semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.