TRIBUNSTYLE.COM - Stadion Manahan di Kota Solo, Jawa Tengah gelap gulita pada Jumat (19/6/2026) akibat kena pemadaman listrik.
Pantauan Tribun Style, pemadaman listrik di area Manahan terjadi selepas waktu salat Magrib.
Sehari sebelumnya, pemadaman serupa juga mengganggu sistem traffic light atau lampu lalu lintas di area Manahan.
Lampu lalu lintas yang ikut mati membuat sejumlah kendaraan terjebak kemacetan karena arus kendaraan semrawut.
Pemadaman listrik tak hanya terjadi di area Manahan saja.
Sejumlah titik di Solo juga mengalami hal serupa.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Area Solo Raya, Ini Cara Cek Info Pemadaman di PLN Mobile
Talitha, seorang penghuni kos di Kelurahan Sumber, mengaku kesal dengan pemadaman listrik yang terjadi pada jam-jam sibuk.
"Mati listriknya ini berlangsung sekitar 2 jam, mulai dari pukul 18.00 sampai pukul 20.00," ujar Talitha kepada TribunStyle.com, Jumat (19/6/2026).
Akibat pemadaman itu, Talitha juga mengaku kesulitan memesan makanan secara online karena kondisi jalan yang gelap membuat proses pengantaran menjadi lebih lama.
"Aku pesan makan pakai Gojek datengnya lama banget, gara-gara jalanan gelap," keluhnya.
Keluhan yang sama juga dirasakan Ninda, warga Kecamatan Serengan.
Ia mengaku kesal lantaran pemadaman terjadi tidak sesuai dengan surat edaran yang diterima warga.
"Jadi mati lampunya itu pukul 17.15 sampai pukul 19.30, ada edaran sebelum mati lampu, cuma edarannya itu tertulis pukul 10.00—12.00 siang, tapi malah tidak mati lampu jam segitu," kata Ninda.
Ninda menyebut pemadaman yang terjadi pada malam hari ini berdampak kepada para pelaku usaha.
"Jadi pinggir-pinggir jalan tuh pelaku usaha gelap-gelapan gitu, cuma tetep ada pembeli tapi mungkin kesulitan menyajikan ya, mereka pakai lilin sama lampu darurat," tutup Ninda kepada Tribun Style.
Kerapnya pemadaman listrik belakangan ini membuat warga bertanya-tanya tentang penyebabnya.
Beredar kabar bahwa pemadaman terjadi lantaran stok batu bara untuk pembangkit listrik menipis, benarkah demikian?
Baca juga: Pemadaman Listrik Buat Warga Solo Raya Kesal, Bahlil Bantah Karena Stok Batu Bara: Insya Allah Nggak
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi terkait keluhan warga soal seringnya pemadaman listrik.
Bahlil membantah pemadaman terkait dengan ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN.
Menurutnya, stok batu bara untuk PLN masih terjaga.
"Insya Allah enggak," ujar Bahlil kepada wartawan di Kemenko Perekonomian pada Kamis (18/6/2026).
Pemerintah juga memastikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik sebagian besar telah diamankan.
Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton.
Dari jumlah tersebut, PLN telah mengikat kontrak pasokan sebanyak 134 juta ton.
"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi secara overall tidak ada masalah," katanya.
Meski demikian, Bahlil mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan terkait pasokan batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kkal.
Menurut Bahlil, kualitas batu bara domestik cenderung mengalami penurunan sehingga pemerintah dan pelaku usaha saat ini tengah mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Memang ada kendala sedikit terhadap batu bara medium, kalori 5.200. Kita tahu sekarang kalori batu bara kita semakin hari semakin rendah. Nah ini yang lagi kita cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia membantah pemadaman listrik bergilir yang berlangsung di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akibat stok batu bara yang menipis.
“Tidak ada batu bara menipis,” ujar Anggia ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Anggia menyampaikan pemadaman bergilir di kawasan Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis.
Terkait permasalahan tersebut, Anggia menyampaikan pemerintah sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak berulang.
Ia juga menegaskan di tengah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang masih terus berproses, tidak terdapat permasalahan dengan stok batu bara. (Tribun Style/Kompas.com)