Mahasiswa Trisakti Masih Bertahan sampai Jumat Petang, Beberkan Alasan Pilih Aksi di DPR RI
Satrio Sarwo Trengginas June 19, 2026 07:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Sampai Jumat (19/6/2026) petang pukul 18.30 WIB, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPR RI.

Mereka menunggu perwakilannya yang tengah bertemu dengan Anggota DPR RI.

Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menegaskan pemilihan lokasi di gedung parlemen bukan tanpa alasan. 

Menurutnya, DPR RI sebagai lembaga legislatif dan pengawas pemerintah dianggap belum menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Putra menyoroti lemahnya pengawasan DPR terkait anggaran, termasuk dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"DPR selaku legislatif dan pengawas pemerintah tidak berjalan dengan baik. Contohnya, anggaran untuk MBG. Anggota Komisi IX saja ada yang mengaku tidak mengetahui bagaimana alur anggaran tersebut," ujar Putra di lokasi aksi

Usung Semangat 'Tritura'

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menggaungkan kembali semangat Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). 

Putra menjelaskan, pemilihan narasi Tritura sengaja dilakukan untuk merefleksikan urgensi situasi nasional saat ini.

Adapun tiga poin utama tuntutan mahasiswa tersebut meliputi, pemulihan ekonomi dan politik nasional, evaluasi total inkompetensi pejabat dan pengembalian supremasi sipil.

Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), mahasiswa mendesak pemerintah untuk bersikap lebih rasional. 

Mahasiswa menilai program ini terlalu kompleks untuk langsung diterapkan secara masif tanpa adanya evaluasi mendalam.

"Kami menuntut program ini dievaluasi total dan diberhentikan sementara. Jika langsung dilakukan merata tanpa adanya pilot project dan evaluasi yang matang, maka bobroknya tata kelola MBG akan semakin terlihat," tegasnya.

Siapkan Konsolidasi Lebih Besar

Menanggapi langkah selanjutnya jika tuntutan tidak didengar, Putra memastikan mahasiswa telah menyiapkan langkah konsolidasi. 

Pihaknya memberikan tenggat waktu selama satu triwulan untuk melihat perubahan kebijakan dari pemerintah.

"Jika mereka tidak mendengarkan suara 'tuan' (rakyat), kami akan melakukan konsolidasi kembali dengan data-data survei yang kami miliki. 

Jika dalam tiga bulan pertama tidak ada perubahan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar," ujarnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Pramono Hormati Marak Aksi Demo di Jakarta, Minta Massa Jangan Rusak Fasilitas Umum
  • Baca juga: Demo di Jakarta Jumat 19 Juni 2026, Mahasiswa dan Petani Unjuk Rasa, 4.263 Polisi Siaga
  • Baca juga: Demo 2 Kubu Beda Haluan di Jakarta: Massa Pendukung MBG & HMI Pengkritik Pemerintah Saling Adu Orasi

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.