Kamp Iran Kecewa atas Pembatasan Berulang di AS, Siap Ajukan Keluhan ke FIFA Jelang Laga Krusial Piala Dunia FIFA 2026 Kontra Belgia
Aurora Nightingale June 19, 2026 07:58 PM

Tim nasional Iran berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA setelah menyampaikan rasa frustrasi terhadap pembatasan perjalanan yang diberlakukan selama Piala Dunia FIFA 2026. Federasi Sepak Bola Iran menilai aturan tersebut telah menciptakan situasi yang tidak adil bagi tim serta berdampak negatif terhadap persiapan mereka. Masalah ini menjadi sorotan utama menjelang laga penting Grup G antara Iran dan Belgia pada hari Minggu di Los Angeles. Para pejabat berpendapat bahwa pembatasan tersebut membuat tim tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum pertandingan.

Kontroversi ini bermula setelah pertandingan pembuka Iran melawan Selandia Baru berakhir imbang 2-2. Pejabat tim diberitahu bahwa para pemain harus segera meninggalkan Los Angeles setelah pertandingan dan kembali ke markas latihan di Tijuana, Meksiko. Iran sebelumnya berharap dapat tetap berada di kota tuan rumah lebih lama untuk pemulihan dan persiapan. Federasi sangat khawatir karena laga melawan Belgia nanti dijadwalkan berlangsung pada siang hari, yang berarti skuad memiliki waktu yang lebih sedikit untuk beradaptasi sebelum pertandingan penting tersebut.

Irigasi besar muncul terkait pengaturan perjalanan tim Iran di Amerika Serikat selama Piala Dunia FIFA 2026. Otoritas sepak bola Iran percaya bahwa pengaturan perjalanan saat ini menempatkan tim mereka pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan negara lain. Menurut federasi, mereka telah meminta izin untuk tiba di Los Angeles dua hari sebelum laga kontra Belgia, namun diberitahu bahwa mereka hanya diperbolehkan memasuki kota tersebut 24 jam sebelum kick-off.

Tim menghadapi situasi serupa sebelum pertandingan pembuka melawan Selandia Baru. Setelah laga itu, para pemain dan staf diwajibkan kembali ke Tijuana segera, alih-alih tetap berada di Los Angeles untuk menjalani sesi pemulihan. Para pejabat Iran merasa hal ini telah mengganggu jadwal tim dan mengurangi waktu berharga untuk persiapan.

Pelatih kepala Amir Ghalenoei baru-baru ini mengungkapkan kekecewaannya, dengan menyatakan bahwa tidak ada tim lain di turnamen yang menghadapi kesulitan serupa. Ia menegaskan bahwa Iran telah mengalami berbagai tantangan sepanjang kompetisi dan merasa timnya diperlakukan secara tidak adil.

Kapten Mehdi Taremi juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa masalah logistik yang dialami dalam beberapa pekan terakhir telah membuat persiapan menjadi sangat sulit bagi para pemain dan staf pelatih.

Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Iran menegaskan bahwa pembatasan ini tidak sejalan dengan prinsip perlakuan yang setara bagi semua tim peserta. Federasi berpendapat bahwa pembatasan waktu perjalanan dan persiapan dapat memengaruhi kemampuan tim untuk tampil maksimal selama turnamen.

Oleh karena itu, Iran berencana untuk secara resmi membawa masalah ini kepada FIFA melalui jalur yang sesuai. Meskipun terjadi perselisihan, federasi menekankan bahwa tim nasional tetap sepenuhnya fokus mempersiapkan diri untuk laga penentuan Grup G melawan Belgia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.