Pemkab Bangka Barat Matangkan Konsep Estetik Kota Tua Mentok, Usung Galeri Seni Terbuka
Asmadi Pandapotan Siregar June 19, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ( Pemkab Babar ) kembali mematangkan detail desain elemen estetik (artwork) dan fasilitas lanskap (street furniture) dalam proyek penataan Kawasan Kota Tua Mentok.

Pematangan konsep tersebut dilakukan bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam sebuah pertemuan yang digelar pada Kamis (18/6/2026) di ruang BPBPK Babel.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa penataan Taman Lokomobil akan mengusung konsep galeri seni terbuka (Street Art Gallery).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangka Barat, Fachriansyah, kepada Bangkapos.com, Jumat (19/6/2026).

Seluruh instalasi seni yang dibangun nantinya akan merepresentasikan kronik kejayaan industri pertambangan timah di Bangka.

Secara garis besar, artwork akan menceritakan bagaimana industri pertambangan timah mulai dari era tradisional (abad ke 18) sangat tergantung pada tenaga manusia dan metode tradisional yang dibawa oleh pekerja imigran Tionghoa sampai dengan era mekanisasi Kolonial pada abad ke-19 sampau ke-20 dimana Pemerintah Hindia Belanda mengubah sistem penambangan timah secara masif dengan mendatangkan mesin uap dan lokomotif/lokomobil.

Ikon utama kawasan Lokomobil yakni mesin uap pemompa air tambang kuno (Lokomobil) akan diposisikan sebagai centerpiece yang diintegrasikan langsung lewat jalur pedestrian khusus menuju Monumen Soekarno-Hatta.

Instalasi seni di Taman Lokomobil ini akan menjadi rujukan edukasi publik dan wisatawan. Oleh karena itu, detail pada fragmen eksplorasi hingga pengangkutan timah harus sesuai dengan dokumen sejarah otentik Klaster Eropa Kota Tua Mentok.

Fachriansyah menyebut bahwa penting juga soal pemenuhan prinsip dasar pengembangan destinasi yang matang, yaitu Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas.

“Kehadiran ornamen estetik sejarah pertambangan timah dinilai akan menjadi daya tarik magnetis baru bagi pariwisata Kota Tua Mentok,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan fokus memastikan bahwa setiap artwork dan street furniture yang dipasang benar-benar mampu menceritakan narasi sejarah Mentok secara akurat kepada wisatawan. 

“Revitalisasi ini harus memberi impresi kuat bagi siapa saja yang berkunjung," imbuhnya.

Sekedar informasi, proyek penataan kawasan Kota Tua Mentok tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang. Sampai saat ini, proses pembangunan tersebut terus dikerjakan. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.