DPRD Lampung Waspadai Mafia BBM, Imbau Masyarakat Berhemat
soni yuntavia June 19, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung –  DPRD Lampung mengingatkan agar tidak ada praktik mafia BBM yang melakukan penimbunan sehingga stok tetap aman. 

Baca juga: Akademisi Unila Minta Kepolisian Tidak Pandang Bulu Berantas Mafia BBM

Menurut anggota Komisi IV DPRD Lampung Yusnadi, Jumat (19/6/2026), pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan pasokan BBM di Lampung tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurutnya, pengawasan distribusi menjadi hal penting agar tidak terjadi gangguan pasokan akibat praktik penimbunan yang dilakukan oknum tertentu.

Yusnadi menilai dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan pelaku usaha konstruksi, tetapi juga sektor lain yang bergantung langsung terhadap bahan bakar, mulai dari pengemudi ojek online, nelayan, hingga aktivitas produksi masyarakat.

Menurut Yusnadi, kenaikan biaya operasional pada sektor-sektor tersebut dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa yang pada akhirnya berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan langkah penghematan dan efisiensi penggunaan BBM sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi ekonomi global yang saat ini masih penuh tantangan.

“Perlu ada langkah efisiensi penggunaan BBM agar pengeluaran masyarakat bisa lebih terjaga dan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Komisi IV DPRD Lampung juga menegaskan akan terus memantau perkembangan distribusi dan ketersediaan BBM guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Belum Batasi Pembelian 

Sales Branch Manager Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, memastikan Pertamina belum memberlakukan pembatasan pembelian Pertalite kendati ada lonjakan permintaan dari masyarakat.

Ia memastikan proses distribusi ke masyarakat tetap berjalan normal dan kondisi stok dalam kategori aman.

"Sejauh ini tidak ada pembatasan pembelian. Untuk penyesuaian harga tentunya kami mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Kemudian untuk penyesuaian harga selanjutnya juga akan mengikuti arahan dari pusat," tambahkan Reiner.

PT Pertamina Patra Niaga mencatat adanya lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Provinsi Lampung menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Reiner Bontong mengatakan kenaikan konsumsi Pertalite di Lampung mencapai 10 persen sejak kenaikan harga Pertamax.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan  antisipasi kelangkaan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi terpenuhi.

Menurut Reiner, Pertamina Patra Niaga telah bergerak cepat dengan menambah pasokan Pertalite sebesar 100 hingga 200 kiloliter per hari.

"Untuk konsumsi Pertalite sendiri kami bandingkan dengan sebelum harga naik. Sejak tanggal 10 Juni, memang ada peningkatan sekitar 10 persen," ujar Reiner, Jumat (19/6/2026).

Reiner menegaskan, peningkatan konsumsi ini sudah diantisipasi secara matang melalui penambahan suplai ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Lampung.

Langkah ini diambil agar tidak terjadi kekosongan stok di lapangan.

"Untuk penyaluran, kami sudah menambahkan sekitar 100 sampai dengan 200 kiloliter per hari untuk mengantisipasi kenaikan permintaan Pertalite di SPBU Provinsi Lampung," jelasnya.

Langkah antisipasi penambahan pasokan ini bukan yang pertama kali dilakukan Pertamina.

Sebelumnya, Pertamina juga telah menambah pasokan BBM bersubsidi jenis Biosolar sebesar 200-300 kiloliter per hari. 

Langkah tersebut diambil guna mengurai dan mengantisipasi antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Lampung.

Melalui penebalan stok untuk dua jenis BBM tersebut, lanjut Reiner, Pertamina berharap seluruh kebutuhan energi masyarakat Lampung dapat terlayani dengan baik dan jalur distribusi di lapangan tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

( Tribunlampung.co.id ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.