Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dua penagih utang yang terlibat dalam insiden pemukulan terhadap sejumlah perempuan di Kampung Ragadiem, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jumat (19/6/2026), akhirnya diamankan dan dibawa ke Mapolres Sumedang.
Pantauan TribunJabar.id di lokasi, proses pengamanan berlangsung setelah Polisi dan TNI berupaya meredam ketegangan yang terjadi antara warga dan kedua penagih utang alias debt collector tersebut.
Keributan sempat berlangsung cukup lama. Warga yang geram atas dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah ibu rumah tangga terus mengerumuni para penagih utang.
Situasi baru mulai terkendali setelah sebuah kendaraan Unit Samapta Polres Sumedang tiba di lokasi. Sejumlah personel kepolisian kemudian melakukan pengamanan terhadap kedua pria tersebut.
Baca juga: Hajar Ibu-ibu di Sumedang, Debt Collector Babak Belur Diamuk Warga
Setelah berkoordinasi dengan aparat yang berada di lokasi, kedua penagih utang akhirnya digiring masuk ke kendaraan polisi untuk dibawa ke Mapolres Sumedang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum meninggalkan lokasi, salah seorang rekan penagih utang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut sempat menjadi sasaran kemarahan warga.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, pria tersebut terkena pukulan dari warga karena dianggap tetap bersikap keras dan ngotot saat situasi sedang memanas.
Sebelumnya, insiden ini bermula dari pemukulan yang dilakukan seorang penagih utang terhadap sejumlah perempuan nasabah koperasi di Kampung Ragadiem.
Baca juga: Kronologi Debt Collector Pukul Ibu-ibu di Sumedang, Korban: Saya Minta Besok Bayar, Malah Dipukul
Salah seorang korban, Tati, mengaku dipukul di bagian mulut setelah meminta waktu hingga keesokan hari untuk membayar utangnya.
"Saya bilang, Bang besok saja, besok baru ada uang. Dia malah bilang, kalau enggak punya uang ngapain ngutang. Dia lalu mukul saya," kata Tati.
Menurut Tati, bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Sejumlah perempuan lain di lingkungan tersebut juga disebut mengalami perlakuan serupa.
"Ya saya akan lapor, soalnya bukan cuma saya korbannya," ujarnya. (*)
Baca juga: Emak-emak Korban Pemukulan Debt Collector di Sumedang Akan Lapor Polisi