TRIBUNPRIANGAN.COM - BANDUNG - Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University melalui Swiftzone selaku Event Organizer menyelenggarakan kegiatan edukasi kebencanaan bertema Aksi Cilik Siaga Bencana.
Kegiatan ini menyasar siswa, guru, dan tenaga pendidik SDN 053 Cisitu dengan menghadirkan narasumber BPBD Kota Bandung untuk materi gempa bumi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung untuk materi kebakaran. Guna membekali guru dan siswa sejak dini agar tidak panik, dan tahu langkah tepat saat menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran.
Melalui sesi materi gempa oleh BPBD dan edukasi kebakaran oleh Damkar untuk guru, dilanjutkan simulasi gempa dan simulasi kebakaran untuk siswa yang seluruh prosesnya dirancang dan dikelola penuh oleh tim Swiftzone dari konsep hingga penutupan acara.
BPBD Kota Bandung hadir melalui narasumber Bapak Moch Nasrul Haq Ashamudi, Analis Kebencanaan Ahli Pertama. Materi yang disampaikan kepada guru berfokus pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana BPBD memberikan pemahaman tentang tanda awal gempa, prosedur “Lindung-Lindung-Berpindah” standar jalur evakuasi, dan peran guru sebagai garda terdepan saat situasi darurat.
Melalui materi ini, guru dibekali pengetahuan agar mampu memberikan arahan yang tenang dan tepat kepada siswa ketika gempa terjadi di lingkungan sekolah.
Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung bersama narasumber Bapak Dini.S.Ap, Kasubag UPT Utara. Memberikan sesi edukasi khusus kebakaran untuk guru dan tenaga pendidik.
Materi mencakup pengenalan penyebab kebakaran di sekolah, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta langkah evakuasi cepat saat terjadi kebakaran. Damkar menekankan pentingnya guru memahami “3L” saat api kecil yaitu Laporkan, Lindungi, dan Lakukan pemadaman awal jika aman. Edukasi ini bertujuan agar guru tidak panik dan bisa memimpin siswa keluar dengan tertib sesuai jalur evakuasi yang telah dipetakan.
Sebagai penutup kegiatan, cap tangan yang ditempelkan siswa pada spanduk menjadi simbol komitmen dalam “Aksi Cilik Siaga Bencana” di SDN 053 Cisitu. Setiap cap tangan melambangkan janji siswa untuk selalu siap siaga, tidak panik, dan mengikuti prosedur keselamatan saat terjadi bencana. Cap tangan ini juga sebagai bentuk pengingat agar budaya siaga bencana dilestarikan di lingkungan sekolah.
Tujuan utama Aksi Cilik Siaga Bencana adalah menanamkan budaya siaga bencana sejak usia dini. Dampak kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh peserta, tetapi juga menyebar ke lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar sebagai upaya peningkatan kesadaran serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.