Iran Akan Ajukan Keluhan Resmi ke FIFA Terkait Pembatasan Perjalanan di Amerika Serikat pada Piala Dunia
Dewi Rahayu June 19, 2026 11:53 PM

Tim nasional sepak bola Iran sedang bersiap untuk mengajukan keluhan resmi kepada FIFA, penyelenggara Piala Dunia, terkait pembatasan perjalanan di Amerika Serikat yang oleh pelatih mereka disebut sebagai tindakan yang “menindas”.

Pelatih Amir Ghalenoei minggu ini mengatakan bahwa timnya adalah yang “paling tertindas” di turnamen tersebut.

Meskipun ketiga pertandingan fase grup Iran dimainkan di Amerika Serikat, tim tersebut hanya diperbolehkan masuk ke negara itu sehari sebelum pertandingan dan harus segera meninggalkannya setelah pertandingan selesai.

Pembatasan ini, yang diberlakukan di tengah ketegangan antara kedua negara, memaksa Iran untuk mendirikan kamp pelatihan di Tijuana, Meksiko, alih-alih di markas yang telah direncanakan di Amerika Serikat.

Permintaan untuk tiba dua hari sebelum pertandingan berikutnya melawan Belgia di Los Angeles pada hari Minggu, yang dijadwalkan dimulai pukul 12 siang waktu setempat, telah ditolak.

Federasi Sepak Bola Iran telah mengonfirmasi bahwa keluhan resmi akan diajukan kepada FIFA.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyebut pembatasan perjalanan terhadap timnya sebagai “tindakan menindas”.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh sejumlah media, seorang juru bicara mengatakan: “Meskipun alasan teknis telah disampaikan oleh federasi, permintaan tersebut kembali ditolak.

“Federasi akan secara resmi menyampaikan ketidakpuasannya dan mengajukan keluhan resmi kepada FIFA melalui saluran yang sesuai.”

Penolakan ini mengikuti keputusan serupa sebelum pertandingan pembuka Grup G melawan Selandia Baru pada hari Senin, yang juga digelar di Los Angeles.

Menanggapi pembatasan perjalanan tersebut, seorang pejabat pemerintahan Amerika Serikat menjelaskan: “Kami tidak akan mengizinkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyusupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih palsu.”

Protes terhadap pemerintah Iran berlangsung sebelum pertandingan Iran melawan Selandia Baru.

Pada akhirnya, Iran memutuskan untuk tetap berpartisipasi dalam turnamen tersebut meskipun FIFA menolak permintaan mereka untuk memindahkan tiga pertandingan fase grup dari Amerika Serikat.

Ini bukan satu-satunya masalah yang dihadapi tim tersebut dalam Piala Dunia kali ini, karena sejumlah anggota staf pendukung dan pejabat federasi dilaporkan juga telah ditolak visanya untuk masuk ke Amerika Serikat.

Menjelang hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru, antara 300 hingga 500 pengunjuk rasa berkumpul di luar stadion sambil membawa spanduk dan bendera anti-pemerintah Iran. Mereka memprotes rezim negara tersebut dan tindakan keras terhadap demonstran pro-demokrasi, sementara di dalam stadion terdengar ejekan keras dari sebagian penonton saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan.

FIFA telah dimintai tanggapan terkait jadwal tim Iran di turnamen ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.