Inggris Akan 'Mengejar Bayangan' Jika Thomas Tuchel Tidak Ubah Gaya Main Melawan Tim-Tim Top Piala Dunia
Agus Firmansyah June 19, 2026 11:58 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN AJANG PIALA DUNIA


Inggris akan 'mengejar bayangan' jika Thomas Tuchel tidak mengubah gaya bermainnya saat menghadapi tim-tim papan atas di Piala Dunia.


Mantan gelandang Nicky Butt memperingatkan Thomas Tuchel bahwa tim nasional Inggris harus menyesuaikan identitas taktik mereka jika ingin bertahan menghadapi lawan-lawan elit pada babak gugur Piala Dunia. Meskipun mencatat kemenangan pembuka 4-2 yang menghibur atas Kroasia di Grup L, mantan pemain internasional itu meyakini bahwa pendekatan berintensitas tinggi seperti di Liga Primer tidak akan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.


Kerentanan taktis terlihat di laga pembuka


Skuad Tiga Singa memulai perjalanan mereka di turnamen ini dengan performa ofensif intens di Dallas, mengamankan kemenangan 4-2 atas Kroasia. Gol dari Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford menutupi kelemahan pertahanan yang memungkinkan lawan menyamakan kedudukan dua kali sebelum turun minum. Meski hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Inggris atas tim berperingkat 15 besar dunia di Piala Dunia sejak 2002, kekhawatiran tetap muncul mengenai komposisi pertahanan dan daya tahan jangka panjang mereka.


Peringatan tegas dari Butt untuk turnamen


Berbicara kepada Paddy Power, Butt menilai bahwa mencoba bermain dengan tempo tinggi ala Liga Primer di bawah suhu panas ekstrem turnamen internasional hanya akan menguras tenaga skuad. Ia berkata: "Kami bermain baik dan itu kemenangan yang bagus, meskipun Kroasia terlihat sudah melewati masa terbaiknya. Kami menekan dengan baik. Tapi dengan Inggris, mudah saja mengatakan bahwa kami bisa memainkan gaya Liga Primer melawan tim-tim internasional papan atas."


"Ketika saya bermain untuk Inggris, kami sering mencoba melakukan hal itu. Namun dalam cuaca panas seperti itu, setelah 60 menit Anda benar-benar kehabisan tenaga. Melawan tim seperti Spanyol, mereka akan terus menguasai bola, mengatur tempo permainan, dan akhirnya kami hanya mengejar bayangan. Mereka akan membunuh Anda dengan umpan terakhir dan menembus pertahanan Anda."


Iklim menjadi faktor penentu taktik turnamen


Butt menegaskan bahwa kondisi iklim ekstrem serta perbedaan infrastruktur stadion di berbagai kota tuan rumah akan sangat menentukan apakah para pemain mampu mempertahankan gaya pressing berintensitas tinggi selama 90 menit penuh.


Ia menambahkan: "Saya tidak berpikir Anda bisa bermain seperti itu di setiap pertandingan turnamen ini, semuanya tergantung di mana Anda bermain, waktu kick-off, suhu panas, apakah stadion memiliki atap dan pendingin udara atau tidak. Ada banyak variabel yang memengaruhi kapan dan bagaimana Anda bisa bermain dengan tempo tinggi dan pressing. Jika kami bisa bermain di Dallas setiap minggu, di mana stadionnya ber-AC, kami akan punya peluang bagus. Tapi kenyataannya, kami tidak akan selalu bermain di sana."


Tempat di babak gugur mulai terlihat


Tim Tiga Singa akan menghadapi Ghana pada laga kedua fase grup pekan depan dengan mengetahui bahwa kemenangan akan memastikan langkah mereka ke babak gugur. Mengelola beban fisik skuad sekaligus membangun stabilitas pertahanan akan menjadi ujian utama bagi Tuchel saat jalur kualifikasi mulai terbuka. Menyeimbangkan antara ambisi lolos grup dengan menjaga kesiapan taktik tetap menjadi fokus utama Inggris menuju fase berikutnya.


Sejauh mana Inggris akan melangkah di Piala Dunia?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.