Sundulan menyelam adalah seni langka, namun ketika berhasil dilakukan, hasilnya bisa menjadi momen yang benar-benar indah.
Sebuah sundulan menyelam yang hebat merupakan perpaduan sempurna antara antisipasi, atletisme, dan teknik.
Tentu saja, panggung terbesar dalam sepak bola internasional telah menyaksikan beberapa momen seperti itu sepanjang sejarahnya.
Berikut ini adalah beberapa sundulan menyelam paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Bukan hanya menjadi salah satu sundulan menyelam terbaik dan paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia, tetapi juga termasuk di antara gol terbaik yang pernah tercipta di turnamen tersebut.
Konteksnya pun penting. Takdir mempertemukan Belanda dan Spanyol dalam laga pembuka fase grup bagi kedua tim, sebuah ulangan dari final penuh ketegangan yang dimenangkan Spanyol empat tahun sebelumnya.
Sundulan Robin van Persie menyamakan kedudukan setelah penalti Xabi Alonso, tepat sebelum turun minum. Belanda kemudian melanjutkan permainan dengan luar biasa, menang 5-1, dan turut menyebabkan tersingkirnya Spanyol secara mengejutkan di fase grup.
Namun gol itu sendiri benar-benar brilian. Daley Blind mengirimkan umpan silang sempurna dari dekat garis tengah yang menemukan pergerakan Van Persie di kotak penalti. Sang penyerang terbang menjemput bola dan menanduknya melengkung melewati Iker Casillas yang tak berdaya. Indah sekali.
Dan berbicara tentang kekalahan mengejutkan bagi juara bertahan...
Bulgaria menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 1994. Setelah kalah 3-0 dari Nigeria pada laga pembuka, mereka bangkit luar biasa dengan mengalahkan Yunani 4-0 dan mencatat kemenangan mengejutkan 2-0 atas Argentina.
Kemenangan lewat adu penalti atas Meksiko membawa mereka ke perempat final, di mana banyak yang memperkirakan perjalanan mereka akan berakhir melawan Jerman, juara Piala Dunia 1990.
Penalti Lothar Matthäus sempat membawa Jerman unggul, namun tendangan bebas Hristo Stoichkov menyamakan kedudukan. Jerman terkejut, dan hanya tiga menit kemudian, Yordan Letchkov lolos dari kawalan di kotak penalti dan menanduk bola dengan sundulan menyelam keras yang tak bisa dihentikan, menyingkirkan Jerman dari turnamen.
Jürgen Klinsmann dikenal suka melakukan diving, tetapi kali ini ia memanfaatkannya secara efektif dalam laga pembuka Jerman Barat di Piala Dunia 1990.
Tentu bukan itu yang mungkin dibayangkan bek kiri Andreas Brehme ketika mengirimkan umpan ke Klinsmann di tiang dekat; umpan balik kepala ke rekan di depan gawang mungkin akan tampak lebih logis.
Namun sang penyerang punya ide lain. Ia mengejutkan bek lawan dengan melompat ke arah bola dan memberikan sentuhan halus namun akurat yang mengarah ke sudut bawah gawang.
Ya, tampaknya mereka memang menyukai sundulan menyelam di awal tahun 1990-an.
Sundulan dari babak grup di Piala Dunia Amerika Serikat 1994 ini bisa disebut sebagai contoh klasik sundulan menyelam: umpan silang dari sisi kanan Swedia yang pas untuk Martin Dahlin berlari dan menanduk bola ke gawang.
Elemen menyelamnya tampak seperti tambahan yang tidak perlu pada pandangan pertama, namun justru lompatan Dahlin itulah yang memberikan tenaga penuh pada bola hingga meluncur ke sudut atas gawang.
Selamat mencoba mencari rekaman video yang layak dari momen ini — tetapi gol ini layak masuk daftar ini semata karena maknanya yang luar biasa.
Anda mungkin sudah tahu kisahnya. Inggris akhirnya memutuskan untuk ikut serta di Piala Dunia setelah sebelumnya menolak karena merasa tak perlu membuktikan keunggulan mereka kepada dunia.
Namun kenyataannya berbeda jauh. Setelah menang atas Cile di laga pertama fase grup, Inggris menghadapi tim Amerika Serikat yang sebagian besar berisi pemain amatir. Dalam kejutan besar, mereka kalah 0-1 berkat gol Joe Gaetjens, pemain kelahiran Haiti. Hasil ini tetap menjadi salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Inggris — dan salah satu kemenangan paling bersejarah bagi Amerika Serikat.