Bangun Memori Kolektif, Arpusda Cilacap Himpun Arsip Berkaitan dengan Tokoh Soekardjo Wirjopranoto
muslimah June 20, 2026 06:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Di tengah upaya pelestarian sejarah dan kearsipan daerah, nama Soekardjo Wirjopranoto kembali mencuat sebagai salah satu tokoh nasional asal Cilacap yang jejak perjuangannya membentang dari tanah kelahirannya di Kesugihan hingga forum internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lahir di Desa Kasugihan, Kecamatan Kesugihan, pada 5 Juni 1903, Soekardjo Wirjopranoto tumbuh dari lingkungan keluarga sederhana yang menjunjung tinggi pendidikan dan ketekunan sebagai bekal meraih masa depan.

Sejak kecil, Soekardjo dikenal sebagai anak yang cerdas, mudah bergaul, dan memiliki semangat belajar tinggi meski harus kehilangan ayahnya saat masih berusia tiga tahun.

Didikan sang ibu yang penuh keteguhan membentuk karakter Soekardjo menjadi pribadi disiplin yang kemudian menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) dan melanjutkan studi hukum di Jakarta.

Perjalanan hidupnya membawa Soekardjo memasuki dunia pemerintahan dan perjuangan kebangsaan pada masa Indonesia masih berada dalam bayang-bayang penjajahan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi mengatakan, sosok Soekardjo Wirjopranoto merupakan kebanggaan masyarakat Cilacap karena kiprahnya tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

"Beliau adalah putra asli Kesugihan yang kiprahnya sangat luar biasa dan telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia, sehingga namanya layak terus dikenang oleh generasi sekarang maupun yang akan datang," ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap saat ini tengah berupaya menghimpun berbagai arsip penting yang berkaitan dengan Soekardjo Wirjopranoto sebagai bagian dari upaya penyelamatan memori kolektif daerah.

"Kami menerima dan menelusuri berbagai arsip berharga berupa foto-foto dokumentasi yang menunjukkan peran beliau dalam berbagai kegiatan kenegaraan, termasuk saat berada di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan momen bersama Presiden Soekarno," katanya.

Arsip-arsip tersebut menjadi bukti nyata bahwa putra daerah Cilacap pernah berada di lingkaran penting perjalanan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Fauzi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak keluarga Soekardjo Wirjopranoto telah terjalin dengan baik dan ahli waris bersedia menyerahkan sejumlah arsip keluarga untuk dilestarikan.

"Alhamdulillah, keluarga beliau sangat terbuka dan bersedia menyerahkan arsip-arsip penting agar dapat dirawat serta dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat luas," ungkapnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mengenal nama para pahlawan melalui buku pelajaran, tetapi juga dapat melihat langsung jejak perjuangan mereka melalui dokumen dan arsip autentik.

Tahun ini, keluarga Soekardjo Wirjopranoto juga kembali menerima berbagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian tokoh tersebut kepada bangsa dan negara.

Penghormatan itu semakin menegaskan posisi Soekardjo Wirjopranoto sebagai salah satu putra terbaik Cilacap yang telah memberikan sumbangsih besar dalam perjalanan Indonesia meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Fauzi berharap pengakuan terhadap sosok Soekardjo tidak berhenti pada penghargaan semata, melainkan juga diwujudkan dalam bentuk penghormatan di daerah asalnya.

"Kami berharap nama beliau semakin dikenal masyarakat Cilacap, bahkan bila memungkinkan dapat diabadikan menjadi nama ruas jalan di daerahnya sendiri sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau," katanya.

Harapan tersebut muncul setelah diketahui bahwa nama Soekardjo Wirjopranoto telah diabadikan sebagai nama jalan di Kota Malang, sementara tanah kelahirannya di Cilacap belum memiliki bentuk penghormatan serupa.

Di balik sederet jabatan dan penghargaan yang diraih, kisah hidup Soekardjo Wirjopranoto sesungguhnya berangkat dari seorang anak desa di Kesugihan yang menempuh perjalanan panjang dengan kereta api setiap hari demi memperoleh pendidikan.

Keteguhan, kecerdasan, dan semangat pengabdiannya kemudian mengantarkan putra Cilacap itu menjadi bagian penting dari sejarah bangsa, sekaligus meninggalkan warisan inspirasi yang terus hidup melalui arsip, kenangan, dan penghormatan yang diwariskan kepada generasi penerus. (Rayka Diah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.