Gubernur Sulteng Sebut Doa Bersama Wujud Nyata Persatuan Hadapi Bencana
Regina Goldie June 20, 2026 08:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja di seluruh Sulawesi Tengah memenuhi Lapangan Immanuel dalam acara Doa Bersama Peduli Gempa yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah di Kota Palu pada Jumat malam (19/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” tersebut menjadi bentuk solidaritas dan harapan masyarakat Sulawesi Tengah bagi para korban gempa bumi.

Selain dihadiri ribuan jemaat, acara ini juga melibatkan lima tokoh agama dalam doa lintas iman sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat di Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang hadir langsung menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini tidak hanya sekadar agenda keagamaan, melainkan wujud nyata persatuan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Baca juga: Polda Sulteng Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Sigi

Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan momen untuk mendoakan para korban gempa yang mengalami kehilangan, baik rumah, harta benda, maupun orang-orang terkasih mereka.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan kebersamaan masyarakat Sulawesi Tengah menjadi modal penting dalam menghadapi dan bangkit dari setiap ujian yang terjadi, serta mengingatkan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar acara seremonial.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, ia turut menyampaikan rasa duka dan keprihatinan kepada seluruh warga terdampak, seraya berharap agar para korban diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan.

Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membantu para korban, mulai dari organisasi keagamaan hingga relawan yang bergerak cepat dalam penanganan bencana.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat semangat gotong royong sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.

Baca juga: Kepala BNPB: Warga Sigi Pilih Mengungsi Dekat Rumah, Pemerintah Siapkan Tenda dan Hunian Sementara

Suasana acara semakin hangat ketika ia mengajak jemaat menyanyikan lagu “Torang Samua Basudara” sebagai simbol persaudaraan lintas agama yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi situasi pascabencana.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah Arnila Hi. Moh. Ali, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, para pendeta, serta ribuan jemaat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.