TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Kebakaran hebat kembali melanda sebuah toko sembako sekaligus agen di Jalan RA Kartini RT 07, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Jumat (19/6/2026) malam.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena lokasi yang sama diketahui pernah mengalami kebakaran serupa pada 12 Desember 2023 lalu.
Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 x 15 meter persegi tersebut.
Banyaknya barang dagangan serta material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dan dengan cepat menghanguskan seluruh isi bangunan.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Nunukan, Warung Sembako di Pasir Putih Dilalap Api
Detik-detik awal kebakaran diceritakan oleh penjaga toko, La Amba (56), yang saat kejadian berada di area kasir.
Ia mengaku melihat api tiba-tiba muncul dari bagian atap belakang bangunan sebelum kemudian membesar dengan cepat.
"Tiba-tiba api muncul dari atap kios bagian belakang dan langsung membesar," ungkapnya.
Dalam waktu singkat, api merambat ke seluruh bagian toko.
Baca juga: Balita Meninggal Dunia Terjebak Kebakaran Rumah di Maros, Ayah Sedang Nobar Piala Dunia
Empat orang penjaga yang berada di lokasi hanya sempat menyelamatkan diri sebelum bangunan sepenuhnya dilalap api.
Bagian belakang toko diketahui tidak hanya difungsikan sebagai gudang, tetapi juga terdapat dapur dan tempat tidur.
Kondisi ini diduga turut mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan seluruh bangunan.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Baca juga: Dua Kali Kebakaran dalam Satu Hari, Belasan Rumah di Samarinda Seberang Terdampak
Sementara itu, kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena tidak hanya toko sembako yang terbakar, tetapi juga usaha agen di lokasi tersebut.
Peristiwa terulangnya kebakaran di titik yang sama kembali memicu perhatian warga sekitar.
Meski pemilik sebelumnya berbeda, lokasi yang pernah terbakar kini kembali mengalami insiden serupa.
Hingga kini, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber awal api yang menyebabkan kebakaran tersebut. (*)