TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik Minggu 21 Juni 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik untuk hari biasa pekan XII tahun A.
Warna liturgi hari Minggu hijau.
Baca juga: Teks Ibadah Sabda Minggu 21 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
L : Bacaan dari Kitab Yeremia.
Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!" Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selamalamanya tidak terlupakan! Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepadaMulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren:
Tuhan sudi dengarkan rintihan umat-Mu.
Mzm. 69:8-10,14,17,33-35; Tuhan, karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku. (Refren)
Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! Jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! (Refren)
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali. Hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya. (Refren)
BACAAN KEDUA (Rm. 5:12-15)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Saudara-saudari, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
ALLELUIA (Yoh. 14:18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Roh kebenaran akan memberi kesaksian tentang daku dan kamu pun harus memberi kesaksian pula, Sabda Tuhan.
U : Alleluia
INJIL (Mat. 10:26-33)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Bacaan injil yang kita dengarkan tadi berbicara tentang dua hal yang saling berkaitan yaitu tentang kejujuran dan tentang takut akan Tuhan.
Pertama, tentang kejujuran. Yesus mengatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan dibuka. Semuanya akan terungkap. Yesus menyatakan hal ini dengan cara lain yaitu apa yang diungkapkan dalam gelap, katakanlah itu di dalam terang, dan apa yang dibisikkan ke telinga, umumkanlah dari atas atap atau teras rumahmu. Dengan cara ini, Yesus mengajarkan kita untuk hidup apa adanya dan terbuka dengan sesama. Orang yang jujur, hatinya akan tenang, meskipun mungkin ia difitnah atau dianiaya. Sebaliknya, orang yang hidupnya tidak jujur, ia akan selalu berada dalam ketakutan. Ia akan berupaya untuk menutupi ketidakjujuran atau kebohongan dengan kebohongan baru. Hidupnya menjadi tidak tenang karena ia takut jangan sampai orang mengetahui kebohongannya. Kejujuran akan menjadikan hidup itu lebih sederhana. Kita bisa memulainya dari diri kita sendiri dan dari dalam keluarga kita. Itulah yang berkenan di mata Tuhan. --
Kedua, takut akan Tuhan. Yesus mengajak kita untuk takut pada Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa membinasakan jiwa. Ungkapan ini adalah sebuah ajakan agar kita hidup menurut kehendak Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kebinasaan kita. Bahkan Yesus mengatakan bahwa kita lebih berharga dari burung pipit. Tuhan selalu mau agar kita selamat. Untuk maksud ini, kita pun diminta untuk mentaati perintah-perintah Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, pertama-tama hendaknya kita selalu berupaya untuk dating kepada Tuhan dan mempelajari perintahperintah-Nya. Di zaman kini, ajakan untuk takut akan Tuhan kelihatannya kurang mendapatkan perhatian dari banyak orang. Kadangkala kita temui bahwa orang lebih takut atau cemas atau tidak bahagia kalau keinginannya tidak terpenuhi, daripada meluangkan waktu untuk datang ke hadapan Tuhan. Atau orang kurang berpegang teguh pada perintah untuk bertindak benar dan jujur ketika berhadapan dengan permintaan atau tawaran yang salah dari teman atau sahabat-sahabatnya. Mari kita kembali menanamkan sikap takut akan Tuhan mulai dari dalam rumah kita. Satu contoh kecil, kita patut melatih dan menghargai kejujuran hidup kita. Semoga kita bisa menciptakan ruang dalam keluarga-keluarga kita untuk hidup jujur dan terbuka satu sama lain. Takutlah kalau hidup tidak jujur danberbanggalah ketika kita mengungkapkan kejujuran karena ketidakjujuran membinasakan sedangkan kejujuran menyelamatkan. (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).