– Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, secara terbuka mengaku tetap memberikan dukungan penuh kepada Timnas Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Meski saat ini tengah mengemban tanggung jawab memimpin skuad Amerika Serikat, pelatih yang juga berasal dari Argentina tersebut tidak ragu untuk melayangkan pujian setinggi langit kepada Lionel Messi dan menyebut La Albiceleste sebagai tim yang sangat sulit untuk dikalahkan.
Pernyataan menarik tersebut disampaikan oleh Pochettino menjelang bergulirnya laga sengit antara Amerika Serikat melawan Australia pada Sabtu (20/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Komentar Pochettino muncul setelah skuad Argentina sukses mengawali langkah di kompetisi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga Grup J berkat torehan hat-trick gemilang dari sang kapten, Lionel Messi.
Namun, di balik performa memukau di atas lapangan hijau, Messi ternyata tengah menghadapi situasi keluarga yang cukup berat hingga terlihat sempat menitikkan air mata saat merayakan gol pertamanya.
Diketahui, ayah kandung dari Messi, yakni Jorge Messi, saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif dan proses pemulihan pasca-mengalami gangguan kesehatan.
Mendengar kabar buruk yang tengah menimpa megabintang dunia tersebut, Pochettino pun turut menyampaikan rasa simpati serta dukungan moril yang mendalam kepada Messi.
"Saya ingin menyampaikan dukungan penuh saya karena dia sedang menghadapi situasi keluarga yang sulit. Saya mengenal dia dan keluarganya sejak kami berada di Paris. Saya mendoakan yang terbaik untuk keluarganya," ujar Pochettino.
Di sisi lain, dalam tayangan podcast Super Taktik yang berlangsung di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, seorang football enthusiast bernama Gigih turut memberikan ulasan analisisnya.
Gigih menyebutkan bahwa proses regenerasi skuad yang berjalan dengan sangat mulus ditambah dengan keberadaan faktor X dari seorang Lionel Messi menjadi keunggulan utama yang dimiliki oleh armada La Albiceleste saat ini.
Meskipun kini membela kepentingan taktik dari Amerika Serikat, Pochettino mengakui secara jujur bahwa dirinya tetap sangat menikmati permainan indah Argentina sebagai tanah air kelahirannya.
Lebih lanjut, Pochettino juga kembali mempertegas status penting Lionel Messi sebagai pemain terbaik di dunia yang luar biasa karena masih mampu mencetak tiga gol sekaligus dalam satu laga di usia 39 tahun pada edisi Piala Dunia keenamnya.