TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Kenaikan harga oli kendaraan dalam beberapa waktu terakhir mulai dikeluhkan warga di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya perawatan kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Keluhan datang dari sejumlah pengguna kendaraan bermotor, terutama masyarakat yang mengandalkan motor sebagai sarana utama bekerja dan menunjang aktivitas ekonomi.
Ridwan, seorang petani di Kecamatan Bambaira, mengaku pengeluaran untuk perawatan motornya kini bertambah karena harga oli mengalami kenaikan.
Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kuasa Hukum Soroti Proses Penangkapan
Baca juga: Lapangan Pickleball Lapeo Diresmikan, KONI Sulbar Sebut Olahraga Ini Kian Diminati Masyarakat
Ia mengatakan kendaraan yang digunakan setiap hari untuk menuju kebun membuat dirinya harus rutin mengganti oli agar performa mesin tetap terjaga.
Menurut Ridwan, dalam sebulan dirinya bisa melakukan penggantian oli hingga dua kali sehingga kenaikan harga saat ini cukup memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
“Motor dipakai hampir setiap hari untuk ke kebun, jadi kalau harga oli naik tentu terasa karena penggantiannya rutin,” ujarnya saat ditemui di salah satu bengkel di Desa Tampaure, Sabtu (20/6/2026).
Di sisi lain, pemilik bengkel setempat, Sahabuddin, membenarkan adanya perubahan harga pada sejumlah produk oli selama sekitar dua bulan terakhir.
Ia menjelaskan penyesuaian harga terjadi hampir pada seluruh merek yang dipasarkan karena mengikuti harga dari distributor.
Beberapa produk yang mengalami kenaikan di antaranya oli MPX 2 dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per botol, Yamalube Matic dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu, Mesran dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu, hingga Yamalube Super Matic yang naik menjadi Rp95 ribu dari sebelumnya Rp80 ribu per botol.
Menurut Sahabuddin, sebagian besar pasokan oli berasal dari luar daerah sehingga perubahan harga dari distributor langsung berdampak pada harga jual di bengkel.
Ia menambahkan pihak bengkel hanya mengambil biaya jasa pemasangan dan tidak melakukan kenaikan di luar harga yang sudah ditentukan pemasok.
Meski sejumlah pelanggan sempat mempertanyakan perubahan harga tersebut, sebagian besar tetap melakukan perawatan kendaraan setelah mendapatkan penjelasan.
Warga berharap harga oli kembali stabil agar biaya operasional kendaraan tidak semakin membebani aktivitas harian masyarakat yang bergantung pada transportasi roda dua.