Akibat Aktivitas Subduksi, BMKG Update Gempa Pariaman Jadi Magnitudo 4,3
Muhammad Iqbal June 20, 2026 01:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala BMKG Padang Panjang, Suadi Ahadi, mengatakan gempa tektonik magnitudo 4,3 yang berpusat di Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (20/6/2026) pukul 10:25 WIB dipicu aktivitas subduksi.

Ia menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki magnitudo M4.3 setelah sebelumnya diinformasikan dengan kekuatan 4,2.

Informasi sebelumnya kata Suaidi, mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Pariaman, Getaran Terasa Hingga Padang

Sementara episenter gempa berada pada koordinat 1.26° LS dan 99.81° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 79 km barat daya Pariaman, Sumatera Barat dengan kedalaman 23 km.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi,” ujar Suadi Ahadi.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa dirasakan di Padang dan Padang Pariaman dengan intensitas II–III MMI, yakni getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk berlalu serta benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini kata Suadi, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya gempa susulan (aftershock).

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Pariaman Pada Sabtu Pagi

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tambahnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengakses informasi resmi melalui Instagram dan Twitter @infoBMKG, website http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram https://t.me/InaTEWS_BMKG, serta aplikasi Mobile Apps IOS dan Android (wrs-bmkg atau infobmkg). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.