TRIBUNSTYLE.COM - Kerinduan Ruben Onsu terhadap kedua putrinya, Thalia dan Thania, tampaknya belum juga terobati.
Berbagai cara telah dilakukan presenter berusia 42 tahun itu untuk bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, termasuk mendatangi sekolah mereka secara langsung.
Namun, upaya Ruben justru terbentur aturan administrasi sekolah. Namanya tidak tercantum dalam daftar resmi penjemput yang didaftarkan oleh Sarwendah, sehingga pihak sekolah tidak dapat mengizinkan dirinya membawa pulang kedua putrinya.
Keinginan Ruben sebenarnya sederhana. Ia hanya ingin menikmati waktu bersama anak-anaknya tanpa konflik yang berkepanjangan.
"Saya mau jalan sama anak saya aja, udah gitu. Jadi itu yang agak susah gitu ya," kata Ruben Onsu di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Thalia Perlakukan Giorgio Bak Ayah Kandung, Ruben Onsu Kritik Cara Didik Sarwendah: Hasil Penghasut
Situasi ini terjadi di tengah hubungan Ruben dan Sarwendah yang masih memanas pasca perceraian.
Ruben saat ini terus memperjuangkan haknya untuk bisa bertemu secara langsung dengan kedua putrinya.
Di sisi lain, kubu Sarwendah sempat menyinggung persoalan nafkah anak yang disebut terhenti sejak akhir 2025.
Selain itu, muncul pula pembahasan mengenai persoalan utang piutang Ruben yang menjadikan rumah tinggal mereka sebagai jaminan.
Menurut Ruben, persoalan pengasuhan sebenarnya telah diatur secara jelas dalam putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.
Dalam putusan tersebut, Sarwendah mendapatkan waktu bersama anak selama empat hari dalam seminggu, sementara Ruben memperoleh jatah tiga hari.
"Sebenarnya kayaknya gak perlu damai, tinggal ditaati aja yang sudah ada gitu. Jadi keputusan pengadilan itu kan memang ada empat hari bersama beliau (Sarwendah), ada tiga hari bersama saya gitu aja," jelas Ruben.
Meski demikian, pelaksanaan di lapangan disebut Ruben tidak selalu berjalan sesuai kesepakatan.
Ia mengaku jadwal pertemuan dengan anak-anaknya kerap berubah dengan berbagai alasan.
"Cuman kan sepertinya kan belok-belok, belok-belok jadinya ke mana-mana gitu jadinya. Cuma itu doang sebenarnya, sesimpel itu aja," tuturnya.
Karena berbagai upaya komunikasi belum membuahkan hasil, Ruben akhirnya mencoba mendatangi sekolah anak-anaknya.
Sebelumnya, ia terlebih dahulu menghubungi pihak sekolah untuk menanyakan kemungkinan menjemput sang buah hati.
"Itu sudah pernah (berupaya jemput anak ke sekolah) ya. Jadi saya menghubungi pihak sekolah, gitu," ujar Ruben Onsu.
Namun, pihak sekolah tetap berpegang pada prosedur yang berlaku. Ruben mengungkapkan bahwa hanya nama tertentu yang terdaftar sebagai pihak yang berhak menjemput anak.
"Tapi memang karena satu nama yang ada di sana gitu. Dan yang satu lagi kan pasti nama pendamping ya itu kan para susternya kan, yang yang sudah sering menjemput, dan itu saya sudah tahu," tutur Ruben Onsu.
Alhasil, niat Ruben untuk bertemu langsung dengan kedua putrinya di sekolah harus urung terlaksana.
Sebagai ayah kandung, ia tetap membutuhkan persetujuan sesuai data penjemput yang telah didaftarkan kepada pihak sekolah.
Ruben Onsu tampaknya sudah berada di titik jenuh lantaran konflik dengan mantan istri, Sarwendah, hingga kini tak kunjung menemui titik terang.
Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang mengatakan jika kliennya sangat terpukul karena merasa posisinya sebagai ayah kandung perlahan mulai disingkirkan.
Ia merasa sedih lantaran tidak diberikan ruang untuk terlibat penuh dalam momen-momen penting pertumbuhan darah dagingnya sendiri.
Bahkan, pada momen wisuda balet anak-anaknya baru-baru ini, Ruben Onsu tampak absen.
Di acara tersebut, Sarwendah justru terlihat didampingi oleh kekasih barunya, Giorgio Antonio.
Tak hanya soal sulitnya akses pertemuan, pihak Ruben Onsu juga menyoroti kehadiran sosok pria lain yang kini kerap pamer kebersamaan dengan anak-anaknya di media sosial.
Tak dijelaskan oleh Minola, namun untuk diketahui orang terdekat Sarwendah yang juga dekat dengan anak-anaknya adalah Giorgio Antonio.
Khawatirnya, peran ayah dari Ruben perlahan tersingkirkan dan diganti orang lain.
"Sehingga kesannya, kesannya ingin mengganti, mengganti ayah kandungnya si anak-anak itu ke orang lain," jelas Minola.
"Sementara orang lain itu juga belum memiliki ikatan apa pun. Jadi, inilah yang mungkin membuat Ruben lelah," tambahnya.
Ruben pun sering bertanya ke tim kuasa hukum Sarwendah terkait akses pertemuan anak.
Tak muluk-muluk Ruben berharap bisa bertemu anak sebatas menjemput atau mengantar anak sekolah tanpa harus melewati drama prosedural yang rumit.
Siap Tempuh Jalur Hukum demi Hak Asuh Anak
Ruben Onsu juga saat ini tengah mematangkan persiapan untuk melayangkan gugatan resmi ke pengadilan terkait hak asuh anak.
Langkah hukum tegas ini diambil agar polemik mengenai jadwal pertemuan tidak terus-menerus berulang.
Ruben Onsu ingin mendapatkan jaminan hukum yang pasti agar bisa berkumpul bersama anak-anaknya tanpa ada batasan atau hambatan lagi di masa depan.
Saat ini, tim kuasa hukum sedang menyusun dan melengkapi berkas yang dibutuhkan.
"Soal gugatan hak asuh anak itu kan memang Ruben sudah (meminta). Artinya, sekarang lagi sedang dalam proses, ya," jelas Minola.
"Ruben sudah minta mempersilakan kami untuk menuju ke arah gugatan itu," pungkasnya.