TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Video yang memperlihatkan sejumlah pejabat di Kabupaten Kepulauan Anambas mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.
Dalam video tersebut terlihat Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama sejumlah pejabat dan tokoh yang sedang melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor di kawasan Jembatan Selayang Pandang II, Tarempa, Kecamatan Siantan.
Selain Aneng, tampak pula Ustadz Das'ad Latif, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, serta Wakapolres Kepulauan Anambas Kompol Shallahuddin berada dalam rombongan tersebut.
Video yang direkam pada Rabu (17/6/2026) itu memperlihatkan Aneng membonceng Ustadz Das'ad Latif menggunakan sepeda motor dinas Yamaha N-Max berwarna hitam.
Baik pengendara maupun penumpang terlihat tidak mengenakan helm.
Beberapa anggota rombongan lainnya yang menggunakan sepeda motor juga tampak tidak memakai perlengkapan keselamatan berkendara tersebut.
Menanggapi viralnya video itu, Bupati Kepulauan Anambas Aneng mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Saya memohon maaf karena sudah mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm dan viral," kata Aneng kepada TRIBUNBATAM.id, Sabtu (20/6/2026).
Aneng menjelaskan peristiwa tersebut terjadi setelah prosesi penyambutan kedatangan Ustadz Das'ad Latif yang dilakukan secara adat oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurutnya, kegiatan penyambutan saat itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Setelah prosesi adat selesai, rombongan bersama Ustadz Das'ad Latif berjalan kaki menuju Rumah Dinas Bupati untuk beristirahat dan bersilaturahmi.
Di lokasi tersebut, rombongan kemudian membahas persiapan kegiatan Tabligh Akbar yang akan digelar di kawasan Masjid Agung Anambas.
Aneng mengatakan muncul keinginan untuk meninjau langsung lokasi kegiatan yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat Ustadz Das'ad Latif menginap.
"Dalam situasi yang berlangsung spontan, kami memutuskan menuju lokasi menggunakan sepeda motor untuk melihat langsung persiapan kegiatan," uja Aneng.
Ia menjelaskan saat itu dirinya dan rombongan masih mengenakan peci serta atribut yang digunakan dalam prosesi penyambutan adat.
"Kami masih menggunakan atribut penyambutan dan tidak menggunakan helm. Namun itu tetap merupakan kekeliruan dan menjadi pelajaran bagi kami," kata Aneng.
Aneng menegaskan bahwa keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus dipatuhi oleh semua pihak, termasuk pejabat publik yang menjadi sorotan masyarakat.
"Keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting. Sebagai pejabat publik, kami juga harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan kritik dan masukan terkait kejadian tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)