TRIBUNTRENDS.COM - Seorang dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diduga mengalami intimidasi saat menjalankan tugasnya menangani pasien.
Dokter yang diketahui bernama dr Icha itu disebut mendapat tekanan dari dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Peristiwa tersebut terjadi ketika dr Icha tengah memberikan penanganan medis kepada seorang anak korban gigitan ular pada Sabtu (13/6/2026).
Menurut keterangan keluarga, dokter tersebut telah menjalankan prosedur penanganan sesuai standar operasional rumah sakit dan rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Namun, situasi mulai memanas ketika pihak keluarga pasien tidak menerima penjelasan medis terkait vaksin yang mereka minta.
Selain belum direkomendasikan secara klinis untuk kasus tersebut, stok vaksin yang dimaksud juga disebut tidak tersedia di rumah sakit.
Ketegangan kemudian meningkat setelah dua pria yang mengaku sebagai anggota dewan datang ke area IGD dan melayangkan protes dengan nada tinggi.
Mereka meminta penjelasan langsung kepada dr Icha mengenai penanganan pasien yang sedang dilakukan.
Salah satu oknum bahkan diduga bersikap agresif dengan menunjuk-nunjuk wajah sang dokter saat berbicara.
Insiden ini pun memicu perhatian publik dan menimbulkan sorotan terhadap perlindungan tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan medis.
Baca juga: Nenek Nur Aini Kritis di ICU, Diduga Ditinggal Keluarga Usai Diantar ke IGD
Situasi di dalam area IGD kemudian mendadak memanas setelah datang dua orang pria yang mengaku sebagai anggota dewan terhormat DPRD TTU.
Mereka langsung menyampaikan protes keras dengan nada tinggi di ruang perawatan.
Salah satu oknum legislator bahkan disebut sempat menunjuk-nunjuk wajah dr Icha secara agresif saat meminta penjelasan.
Akibat bentakan dan perlakuan kasar tersebut, dr Icha langsung mengalami tekanan emosional yang hebat hingga menangis histeris di sela-sela waktu bertugas.
Keesokan harinya, trauma mendalam masih membayangi sang dokter yang terus merasa ketakutan dan tertekan.
Hingga pada malam hari berikutnya, rekan sejawat sesama tenaga kesehatan menemukan dr Icha dalam kondisi tubuh yang sangat lemah dan terkulai di dalam kamar tempat tinggalnya.
Ia pun terpaksa langsung dilarikan kembali ke RS Leona untuk dipasang infus dan menjalani perawatan medis intensif.
“Dokter Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” kata Victor saat memberikan keterangan kepada Kompas.com, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Istri Disekap Suami di RSJ Soeharto Heerdjan, Pihak Rumah Sakit: Bagian dari Protokol Medis yang Sah
Merespons insiden traumatis yang menimpa anggota keluarganya, pihak keluarga dr Icha langsung mendatangi Gedung Kantor DPRD TTU pada Senin (15/6/2026).
Dari sana, mereka mendapatkan konfirmasi resmi bahwa dua orang oknum yang terlibat dalam ketegangan di IGD tersebut memang benar merupakan anggota aktif DPRD TTU, yakni Trens Lasakar dan Robertus Tubani.
Pihak keluarga mendesak pimpinan komisi dan Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk segera memproses pelanggaran tersebut sesuai dengan mekanisme hukum serta kode etik kedewanan yang berlaku.
Mereka juga menuntut adanya jaminan keamanan fisik dan psikis bagi dr Icha dalam menjalankan tugas kemanusiaannya sebagai tenaga kesehatan ke depan.
Baca juga: Sosok dr. Myta, Dokter Magang Meninggal Usai Tetap Bertugas saat Kondisinya Kritis, Baru Ultah ke-25
Hingga hari ini, dr Icha dilaporkan masih terkulai lemas menjalani perawatan opname di bangsal RS Leona. Pihak keluarga menilai kondisi depresi klinis yang dialami korban berkaitan erat dengan akumulasi tekanan psikologis pascainsiden pembentakan tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, diketahui telah datang menjenguk langsung kondisi dr Icha di ruang perawatan pada Selasa (16/6/2026) kemarin.
Dalam kunjungannya, pimpinan dewan tersebut berjanji akan mengawal dan menindaklanjuti persoalan ini secara objektif sesuai mekanisme internal yang berlaku di DPRD.
(TribunTrends/Kompas.com)