TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang driver ojek online diduga menjadi korban penghadangan dan penganiayaan di wilayah Simbang Wetan, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan tugas mengantarkan pesanan makanan kepada pelanggan.
Dalam perjalanan pulang, korban yang masih mengenakan atribut kerja tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok pemuda yang sedang berkumpul di sebuah lokasi tongkrongan.
Situasi yang awalnya terlihat biasa mendadak berubah menjadi menegangkan ketika korban diduga diperlakukan secara tidak semestinya.
Menurut informasi yang beredar, para pemuda tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman oplosan saat kejadian berlangsung.
Korban kemudian diminta melakukan tindakan salim atau mencium tangan kepada sejumlah orang yang berada di lokasi.
Suasana semakin memanas ketika salah seorang pria berinisial IB diduga melakukan pemukulan terhadap korban yang saat itu masih mengenakan helm.
Aksi tersebut membuat korban syok dan merasa keselamatannya terancam.
Dalam kondisi ketakutan, korban memilih meninggalkan lokasi secepat mungkin untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk.
Pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam, terlebih korban diketahui masih berusia muda dan baru menjalani aktivitasnya sebagai pengemudi layanan antar makanan.
Kabar mengenai peristiwa itu dengan cepat menyebar di kalangan komunitas driver online di Pekalongan.
Baca juga: Asap Sampah Kepung Stadion Gemek Kedungwuni di Pekalongan, Aktivitas Olahraga Warga Jadi Terganggu
Rasa solidaritas pun muncul dari rekan-rekan sesama pengemudi yang merasa prihatin atas kejadian yang dialami korban.
Tidak lama kemudian, korban bersama sejumlah anggota aliansi driver mendatangi kembali lokasi kejadian untuk meminta klarifikasi terkait insiden tersebut.
Namun situasi kembali memanas ketika salah seorang terduga pelaku disebut masih menunjukkan sikap menantang.
Ketegangan semakin meningkat saat jumlah driver yang datang ke lokasi bertambah banyak.
Menyadari situasi tidak lagi menguntungkan, para terduga pelaku akhirnya memilih melarikan diri dari lokasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Tim Buser Polres Pekalongan bersama personel Polsek Buaran bergerak cepat melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa minuman oplosan yang diduga dikonsumsi sebelum insiden terjadi.
Baca juga: Terulang Tiga Kali! Warga Pekalongan Resah Jadi Target Penipuan Orderan Fiktif, Rugi Rp900 Ribu
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi penghadangan dan penganiayaan dipicu oleh pengaruh minuman keras racikan.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti tambahan guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara lengkap.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut keselamatan para pekerja layanan antar yang setiap hari bertugas melayani kebutuhan warga.
Pihak kepolisian sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menjauhi konsumsi minuman keras oplosan yang kerap menjadi pemicu tindak kriminal dan gangguan keamanan.
Peristiwa ini pun menjadi peringatan bahwa tindakan kekerasan sekecil apa pun dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius dan meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)