TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keluhan mengenai asap pembakaran sampah kembali mencuat dari para pengguna Stadion Gemek Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Stadion yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat itu disebut kerap diselimuti asap yang berasal dari area di luar kompleks stadion.
Kondisi tersebut terutama terjadi pada sore hari, saat jumlah pengunjung yang berolahraga sedang meningkat.
Asap tebal yang terbawa angin masuk ke area stadion dan mengganggu kenyamanan warga yang sedang berlari, berjalan santai, maupun berlatih olahraga lainnya.
Situasi ini menimbulkan keresahan karena stadion seharusnya menjadi ruang publik yang sehat dan nyaman untuk beraktivitas fisik.
Beberapa pengguna mengaku harus menghentikan sementara aktivitas olahraga akibat aroma asap yang cukup menyengat.
Tidak sedikit pula yang merasa sesak dan terganggu ketika menghirup udara yang tercampur asap pembakaran sampah tersebut.
Baca juga: Sulap Sampah Botol Jadi Cuan, Pria di Pekalongan Raup Omzet Rp30 Juta Sebulan, Tembus Pasar Inggris
Padahal, setiap sore kawasan Stadion Gemek Kedungwuni selalu ramai dipadati masyarakat dari berbagai usia yang datang untuk menjaga kebugaran tubuh.
Keberadaan asap pembakaran sampah dinilai merusak suasana yang selama ini menjadi daya tarik stadion.
Alih-alih menikmati udara segar sambil berolahraga, warga justru harus menghadapi kepulan asap yang menyelimuti sebagian area lapangan dan lintasan.
Pemandangan tersebut membuat kenyamanan pengunjung berkurang dan memicu berbagai keluhan dari masyarakat.
Beberapa warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar tidak terus berulang.
Baca juga: Raup Banyak Cuan dari Barang Bekas! Bank Sampah di Pekalongan Buka Peluang Penghasilan untuk Warga
Menurut pengguna stadion, kejadian serupa bukan hanya terjadi sekali, melainkan sudah beberapa kali dirasakan ketika ada aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.
Saat angin bertiup ke arah stadion, asap dengan cepat menyebar dan memenuhi kawasan olahraga tersebut.
Kondisi ini dinilai sangat disayangkan karena Stadion Gemek Kedungwuni merupakan salah satu fasilitas publik yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Banyak warga datang dari berbagai wilayah untuk berolahraga dan menghabiskan waktu sore bersama keluarga.
Masyarakat pun mengimbau agar tidak ada lagi aktivitas pembakaran sampah di sekitar stadion demi menjaga kualitas udara dan kenyamanan bersama.
Kesadaran lingkungan dinilai menjadi kunci agar fasilitas olahraga tersebut tetap bersih, sehat, dan aman digunakan.
Warga berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menjaga kawasan stadion dari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu pengunjung.
Dengan lingkungan yang bebas asap dan udara yang lebih segar, Stadion Gemek Kedungwuni diharapkan dapat terus menjadi tempat favorit masyarakat untuk berolahraga.
Harapan besar pun muncul agar stadion ini tetap menjadi ruang publik yang nyaman, sehat, dan mendukung gaya hidup aktif bagi seluruh warga Kabupaten Pekalongan.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)