TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Anjloknya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nyatanya disyukuri oleh para eksportir lokal Pala di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat.
Itu disampaikan salah satu eksportir lokal Pala Tomandin dari Papua Global Spices, Sofia Ekawati kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (20/6/2026).
"Memang benar kami juga harap-harap cemas dengan nilai rupiah terhadap Dolar, tetapi justru secara umum kalau anjlok maka kita bersyukur karena besaran bayaran yang kami terima besar," ujarnya.
Namun, dikatakannya pihaknya juga bergulat dengan nilai rupiah yang tidak stabil terhadap dolar Amerika Serikat.
"Karena misalnya kalau pada saat kita kirimkan di waktu rupiah turun, itu tidak menentu juga karena pembayaran dilakukan saat barang tiba," bebernya.
Terlebih dikatakannya, buyer pala di luar negeri juga pintar menghadapi situasi rupiah, karena biasanya jika rupiah melemah, buyer juga akan menurunkan harga.
"Kami biasanya kirim 40 ton dengan 4 kontener ke Vietnam dalam sebulan, jadi dengan nilai rupiah anjlok ini sebenarnya kita bersyukur tapi di lain sisi kita juga harap cemas karena fluktuasinya masih naik turun," jelasnya.
Baca juga: Pembangunan Dermaga Babo Telan Rp79,1 Miliar, Groundbreaking Ditargetkan Akhir Juli 2026
Ia mengatakan, fenomena terbalik justru dirasakan pihaknya karena sangat diuntungkan jika nilai rupiah lemah terhadap dolar AS, tetapi Importir yang tercekik sehingga mereka juga pintar melihat situasi.
"Kalau nilai tukar sampai Rp20 ribu misalnya yah saya untung, tetapi kan ini insedentil dan tidak tiap saat," pungkasnya.
Pihaknya mengemukakan, penentuan nilai tentu bertumpu pada supply dan demand karena jika rupiah melemah biasanya buyer juga menurunkan harga.
"Sehingga dengan melihat fluktuasi rupiah hari-hari ini terhadap dolar AS sebetulnya kalau rupiah lemah maka ekspor pala saya kencang, karena orang di luar yang mau beli Pala memilih beli ke Indonesia dibanding India," katanya.
Berburu dengan kurs rupiah terhadap dolar AS, pihaknya di Papua Global Spices harus cepat-cepat menangkap situasi.
"Jadi kita sebagai eksportir lokal tidak lugu-lugu amat, dengan harga 1 dolar AS setara dengan Rp17.000 sekian sekarang biasanya kita kasih spare juga," imbuhnya.(*)