TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Viral pria di Pasuruan melakukan rekayasa menjadi korban pembegalan.
Pria itu diketahui berinisial NK (34), warga Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Aksi NK pura-pura menjadi korban begal viral usai beredar video penemuan pria tersebut di media sosial.
Dalam video yang beredar, NK tampak ditemukan dalam kondisi tergeletak pingsan dengan luka di tubuhnya di tepi Jalan Raya Purwosari-Pasuruan, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Tanggapi Raperda APBD 2025, Fraksi DPRD Beri Catatan untuk Pemkab Pasuruan
Penemuan tersebut lantas membuat geger masyarakat sekitar.
Kabar ini turut diunggah akun Instagram @kabar_pasuruan.
Tak lama setelah ditemukan, NK sempat dilarikan ke Puskesmas Wonorejo sebelum dirujuk ke RSUD Grati.
Merespons informasi yang viral tersebut, Polres Pasuruan langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan bukti fisik yang mengarah pada aksi pembegalan.
"Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan pemeriksaan terhadap korban, petugas tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal," ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (19/6/2026).
Warga di sekitar lokasi juga mengaku tidak melihat maupun mendengar adanya tindak kekerasan oleh orang tak dikenal.
Kecurigaan polisi semakin menguat setelah memeriksa keterangan korban secara mendalam.
NK akhirnya mengakui bahwa sepeda motor Yamaha Vixion miliknya bukan dirampas begal, melainkan digadaikan.
Menurut Joko, korban bertemu seorang temannya di kawasan Pasar Wonorejo dan menggadaikan sepeda motor tersebut senilai Rp 2,5 juta.
"Sebagian uang hasil gadai tersebut bahkan sempat ditransfer oleh korban kepada istrinya," kata Joko.
Joko menjelaskan, setelah menggadaikan sepeda motor, NK bersama tiga rekannya menggelar pesta minuman keras di wilayah Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek.
Usai mengonsumsi minuman keras, NK diantar pulang ke arah Purwosari oleh rekannya. Namun, di tengah perjalanan terjadi cekcok yang berujung perkelahian fisik.
"Korban mengakui luka lecet di dahi sebelah kiri itu terjadi akibat pertengkaran dengan salah satu temannya saat dalam perjalanan. Korban kemudian pingsan di pinggir jalan karena pengaruh minuman keras," ungkap Joko.
Akibat kejadian tersebut, NK harus menjalani perawatan selama satu hari di RSUD Grati.
Polres Pasuruan menegaskan bahwa narasi pembegalan yang sempat meresahkan masyarakat merupakan rekayasa korban.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk melengkapi keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
"Sampai saat ini tidak ada laporan maupun bukti yang mengarah pada tindak pidana begal. Peristiwa ini masih kami dalami untuk melengkapi keterangan dari para pihak yang terlibat," jelas Joko.
(TribunJatimTimur.com)