Penjualan NTT Mart Labuan Bajo Menurun Dua Bulan Terakhir, Lokasi Dinilai Jadi Kendala
Hilarius Ninu June 20, 2026 02:40 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM– LABUAN BAJO-Aktivitas jual beli di NTT Mart Labuan Bajo yang sempat ramai sejak Desember 2025 hingga April 2026 kini mulai mengalami penurunan. Dalam dua bulan terakhir, omzet penjualan tercatat menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Lokasi NTT Mart  terletak di pasar baru tepatnya jalan Trans Flores, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Berdasarkan pantauan TRIBUNFLORES.COM, suasana di NTT Mart terlihat lebih lengang dibanding beberapa bulan lalu. Rak-rak tak banyak yang terisi tapi beberapa rak yang menjajakan berbagai produk seperti sembako, kopi, snack, kriya, hingga produk UMKM lokal  masih tertata rapi. 

Salah satu penjaga toko, Yuliana, mengungkapkan pada awal beroperasi, NTT Mart sempat ramai dikunjungi pembeli, termasuk wisatawan dan pengunjung dari luar daerah. Kondisi itu didorong oleh promosi yang cukup masif.

 

Baca juga: Dituduh Suanggi, 5 Pria di Rote Ndao Diduga Bunuh Kerabatnya dan Buang Jasad Korban

 

"Dari Desember sampai April memang ramai. Banyak yang beli, apalagi ada promosi dari luar,” ujarnya, Sabtu (20/06/2026). 

Ia menjelaskan, produk yang paling diminati pembeli sejauh ini adalah sembako, kopi, dan snack. Namun, dalam dua bulan terakhir, omzet harian mengalami penurunan cukup signifikan.

“Sebelumnya bisa sampai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per hari, sekarang turun jadi sekitar Rp1,5 juta,” ujarnya.

Menurut Yuliana, salah satu penyebab utama penurunan itu diduga karena lokasi toko yang dinilai kurang strategis, sehingga membuat arus pembeli tidak stabil jika tidak dibarengi promosi.

“Kalau tidak ada promosi, pembeli memang berkurang. Lokasi juga mungkin kurang tepat,” ungkapnya.

Selain tantangan jumlah pembeli, stok kebutuhan pokok juga menjadi persoalan. Saat ini, NTT Mart mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan minyak goreng dan beras karena harga yang terus naik di pasaran. Selama ini, stok sembako biasanya dipasok dari Perum Bulog.

Di sisi lain, NTT Mart juga menghadapi risiko barang yang tidak terjual hingga mendekati masa kedaluwarsa. Meski begitu, pasokan baru tetap didatangkan untuk menjaga ketersediaan barang yang cepat habis.

Kondisi ini menjadi gambaran bahwa keberlanjutan pasar produk lokal di Labuan Bajo tidak hanya bergantung pada kualitas barang, tetapi juga strategi promosi dan penentuan lokasi usaha yang tepat agar mampu menarik pembeli secara konsisten. (Iar) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.