TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan wajah baru Pasar Raya Padang di Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar di Kota Padang itu akan disulap menjadi destinasi wisata belanja yang nyaman bagi masyarakat.
Revitalisasi tersebut akan dimulai pada akhir Juni 2026 dengan total anggaran hampir Rp50 miliar yang bersumber dari APBD Kota Padang.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan Kota Padang, Hafiz Maulana, mengatakan konsep revitalisasi kali ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik pasar, tetapi juga mengubah citra Pasar Raya menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi.
Baca juga: Pasar Raya Padang Tak Ditutup Saat Revitalisasi, Pemko Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Menurutnya, selama ini masyarakat datang ke pasar hanya untuk berbelanja.
Ke depan, Pasar Raya diharapkan menjadi ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat untuk berwisata dan beraktivitas.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kita ingin menghadirkan magnet baru di Pasar Raya. Jadi masyarakat tidak hanya datang untuk membeli kebutuhan, tetapi juga untuk berwisata," kata Hafiz Maulana kepada TribunPadang.com, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Rampung Akhir 2026, Air Mancur Disulap Jadi Magnet Wisata Baru
Salah satu ikon yang akan dihidupkan kembali adalah kawasan Air Mancur yang selama ini menjadi salah satu titik penting di Pasar Raya.
Di lokasi tersebut, Pemko Padang akan memunculkan kembali tugu jam yang pernah menjadi penanda kawasan perdagangan tersebut.
Selain mempercantik kawasan Air Mancur, pemerintah juga akan membangun trotoar dengan konsep yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga dilengkapi area istirahat dan fasilitas yang mendukung kenyamanan masyarakat.
Baca juga: Agenda Wakil Wali Kota Padang Sabtu 6 Juni 2026, Buka MTQ di Nanggalo hingga Kayo Folk Festival 2026
"Konsep trotoar yang kita bangun adalah kawasan wisata dan perdagangan. Ramah disabilitas, nyaman untuk pejalan kaki, ada tempat duduk, dan penerangan yang memadai sehingga nyaman dikunjungi siang maupun malam hari," ujarnya.
Tak hanya itu, Dinas Perdagangan juga menyiapkan penataan fasad bangunan pertokoan di sepanjang Jalan Pasar Raya Barat.
Fasad bangunan akan dikembalikan ke bentuk yang lebih rapi dan seragam, termasuk penataan papan nama toko agar kawasan pasar terlihat lebih tertib dan menarik.
Revitalisasi juga menyentuh gedung fase Pasar Raya. Salah satunya dengan memperbaiki kisi-kisi kaca yang menjadi ciri khas arsitektur bangunan tersebut.
Menurut Hafiz, selama ini banyak bagian kaca yang rusak sehingga menyebabkan kebocoran saat hujan.
"Kita ingin mengembalikan keindahan arsitektur Pasar Raya sekaligus memperbaiki fungsinya agar lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung," katanya.
Untuk mendukung aktivitas hingga malam hari, pemerintah juga akan memperbaiki jaringan listrik di kawasan pasar.
Sejumlah titik yang selama ini minim penerangan akan dibenahi sehingga kawasan pasar menjadi lebih terang dan aman.
Selain itu, CCTV akan dipasang di sejumlah titik strategis untuk meningkatkan keamanan pengunjung sekaligus mendukung sistem pemantauan kawasan.
Baca juga: BK DPRD Sumbar Gunakan Asas Praduga Tak Bersalah, Sanksi BSN Tunggu Status Terdakwa
"Kami ingin Pasar Raya hidup sampai malam. Tidak hanya aktivitas jual beli, tetapi juga kegiatan wisata dan kreativitas masyarakat. Karena itu aspek kenyamanan dan keamanan menjadi perhatian utama," ujar Hafiz.
Ia berharap revitalisasi yang berlangsung hingga akhir 2026 tersebut mampu meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke Pasar Raya Padang sekaligus menggerakkan perekonomian pedagang.
Dengan wajah baru yang lebih modern, nyaman, dan tertata, Pasar Raya diharapkan kembali menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Padang.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang memastikan aktivitas perdagangan di Pasar Raya Padang tetap berjalan selama proyek revitalisasi berlangsung.
Meski pengerjaan akan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Air Mancur, Jalan Pasar Raya Barat, serta basement Blok II dan Blok III, masyarakat tetap dapat mengakses kawasan pasar melalui jalur yang telah disiapkan.
Diketahui bahwa kawasan Pasar Raya Padang berada di Kelurakan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Masyarakat yang akan berangkat menuju kawasan pasar ini bisa menggunakan kendaraan umum seperti angkutan kota (angkot) dan Trans Padang.
Baca juga: Pasar Raya Padang Tak Ditutup Saat Revitalisasi, Pemko Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Pelaksanaan revitalisasi ini direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2026, dan ditargetkan selesai pada selesai pada 31 Desember 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan Kota Padang, Hafiz Maulana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Satpol PP untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas selama proyek berlangsung.
Menurutnya, salah satu isu yang berkembang di masyarakat adalah anggapan bahwa kawasan Pasar Raya akan ditutup total selama revitalisasi.
Namun, Hafiz menegaskan informasi tersebut tidak benar.
"Kami pastikan tidak ada penutupan total. Yang dilakukan adalah rekayasa lalu lintas sehingga masyarakat tetap bisa masuk dan beraktivitas di Pasar Raya," kata Hafiz Maulana kepada TribunPadang.com, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Rampung Akhir 2026, Air Mancur Disulap Jadi Magnet Wisata Baru
Ia menjelaskan, untuk kawasan Air Mancur yang menjadi salah satu lokasi pekerjaan, kendaraan masih dapat melintas meski aksesnya dibatasi menjadi satu jalur.
Selain itu, sejumlah jalur alternatif juga telah disiapkan guna mengurai kepadatan kendaraan.
Pengunjung dapat memanfaatkan akses melalui kawasan Blok C, Blok D, maupun jalur IWAPI yang terhubung ke Blok A Pasar Raya.
Baca juga: Agenda Wakil Wali Kota Padang Sabtu 6 Juni 2026, Buka MTQ di Nanggalo hingga Kayo Folk Festival 2026
"Kendaraan pribadi maupun angkutan umum masih bisa masuk. Kami sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif agar aktivitas masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Untuk angkot, Dinas Perhubungan juga tengah menyusun penyesuaian jalur selama pengerjaan berlangsung.
Perubahan rute diperkirakan akan berlaku pada sejumlah trayek yang melintasi kawasan Jalan M Yamin, Jalan Imam Bonjol, hingga kawasan Pasar Baru dan Permindo.
Ia menambahkan, revitalisasi Pasar Raya diperkirakan berlangsung selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Meski proyek berskala besar sedang berjalan, pemerintah berupaya agar aktivitas ekonomi di pusat perdagangan terbesar Kota Padang itu tidak mengalami penurunan signifikan.
Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Pariaman Pada Sabtu Pagi
"Kami sudah mengingatkan sejak awal agar manajemen lalu lintas yang disusun tidak mengganggu aktivitas jual beli masyarakat. Akses masuk, keluar, maupun titik turun penumpang tetap diperhatikan," katanya.
Hafiz mengungkapkan, sosialisasi terkait proyek revitalisasi juga telah dilakukan kepada para pedagang dan organisasi angkutan umum.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh proses berjalan lancar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pedagang, asosiasi angkot, termasuk pihak-pihak yang terdampak oleh perubahan jalur selama pekerjaan berlangsung," ujarnya.
Revitalisasi Pasar Raya Padang sendiri merupakan salah satu program penataan kawasan perdagangan yang dibiayai melalui APBD Kota Padang dengan nilai hampir Rp50 miliar.
Selain memperbaiki infrastruktur pasar, proyek tersebut juga bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperkuat daya tarik Pasar Raya sebagai pusat perdagangan sekaligus destinasi wisata perkotaan.
Dengan berbagai rekayasa yang telah disiapkan, Pemko Padang berharap masyarakat tetap nyaman berbelanja dan beraktivitas di Pasar Raya selama proses revitalisasi berlangsung.(*)