WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seniman Iqbal Dwi Priatna tampak bersemangat ketika karyanya dipamerkan di ArtJog 2026.
Pameran karya seni tahunan itu digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta, mulai Sabtu (20/6/2026) ini hingga 30 Agustus 2026.
Iqbal yang menyelesaikan pendidikannya dengan fokus Sejarah Seni di Universitas Padjadjaran itu kini berprofesi sebagai Art Director di industri periklanan.
Ia mengembangkan pendekatan kreatif secara otodidak berbasis pengalaman profesional dan ketertarikannya pada budaya pop, musik dan fesyen.
Baca juga: Jakarta Doodle Fest 2025 Hadir di Mall Senayan City, Hadirkan Karya Seni Visual yang Fungsional
Iqbal Dwi Priatna menghadirkan kompilasi karya yang berangkat dari proyek personal yang telah ia jalankan secara berkelanjutan.
Bertajuk 'Construct How i Armored', seri ini mengeksplorasi tema pengulangan, ritual, serta narasi bawah sadar yang tersimpan dalam busana sehari-hari.
Melalui rangkaian gambar yang menyerupai jurnal visual, Iqbal mendokumentasikan pakaian yang ia kenakan setiap hari.
Iqbal mengubah rutinitas menjadi tindakan reflektif yang kontemplatif, praktik harian yang intim dan berakar pada ritual potret diri.
Baca juga: Peringati Hari Disabilitas Internasional, 100 Karya Seni Anak Kebutuhan Khusus Warnai Tebet Eco Park
Meski fesyen sering dikaitkan dengan gaya hidup dan kesia-siaan, Iqbal memandang pakaian sebagai bentuk zirah-lapisan luar yang dibentuk oleh rasa takut, ekspektasi, dan pencarian harga diri.
Di balik setiap busana tersimpan kerentanan, namun melalui praktik dokumentasi yang disiplin, Iqbal mengubah momen-momen keseharian yang fana menjadi kesaksian yang bertahan lama tentang ketahanan personal.
I Construct How i Armored mengajukan gagasan bahwa meskipun rasa takut hadir dalam pengalaman yang sesaat, seni memiliki kemampuan untuk membangun arsip batin yang bertahan lama.
Seri ini menegaskan bahwa tindakan-tindakan ritualistik, bahkan yang berakar pada emosi yang sementara, dapat melahirkan sesuatu yang sangat manusiawi sekaligus bertahan lama.
Baca juga: Pameran Internasional Seni Rupa dan Desain Bali Bhuwana Rupa Tampilkan Transformasi Batik
Aktivitas menggambar setiap hari mencerminkan sifat kehidupan yang sementara-rapuh dan mudah berlalu, tetapi sarat makna ketika dilihat secara kolektif dari waktu ke waktu.
Setiap karya berfungsi sebagai tindakan preservasi yang tenang namun konsisten, mewujudkan gagasan bahwa seni bertahan melalui praktik dan proses yang terus berlangsung.
Iqbal berencana mengembangkan proyek ini menjadi platform yang mengundang orang lain untuk membangun ritual armor journal mereka sendiri, mengubah mekanisme bertahan hidup yang bersifat personal menjadi narasi artistik yang dapat dibagikan dan dimaknai secara kolektif.