Tim IT Karanganyar Menjerit Data Center Sekarat Efek Pemadaman Listrik, Sistem Pemerintahan Terancam
jonisetiawan June 20, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Langit senja di Kabupaten Karanganyar tampak indah seperti biasanya. Matahari perlahan tenggelam di balik deretan rumah warga, meninggalkan semburat jingga yang menenangkan.

Namun di balik suasana itu, tersimpan keresahan yang kini ramai dirasakan masyarakat: pemadaman listrik bergilir.

Keluhan demi keluhan bermunculan di media sosial.

Aktivitas warga terganggu, pekerjaan tertunda, hingga layanan digital ikut terdampak akibat listrik yang mendadak mati.

Tak Hanya Rumah Tangga, Layanan Digital Juga Terdampak

Dampak pemadaman listrik ternyata tidak hanya dirasakan rumah tangga atau pelaku usaha kecil. Tim IT Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga ikut merasakan beratnya kondisi tersebut.

Akun Podang Lawu yang merupakan tim IT Pemda Karanganyar menyampaikan keluh kesah mereka di media sosial.

Baca juga: Korban Pemadaman Listrik Sukoharjo-Karanganyar, Pengusaha Fotokopi Terpaksa Tolak Pelanggan

Dalam pengakuannya, mereka mengungkapkan bahwa ketika listrik mati, data center harus mengandalkan UPS dan genset agar layanan kepada masyarakat tetap bisa diakses.

Mereka menyebut perangkat cadangan harus bekerja ekstra setiap kali pemadaman terjadi demi menjaga sistem pelayanan publik tetap berjalan normal.

Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari akun lain yang menyebut kondisi itu memang sangat vital. Sebab jika pasokan listrik terganggu terlalu lama, layanan digital pemerintahan hingga akses data masyarakat bisa ikut terdampak.

"Kasihan data center kami kalau listrik mota-mati, UPS & genset akan bekerja keras biar layanan kepada masyarakat tetap bisa diakses," tutur Tim IT Pemda Karanganyar lewat unggahannya di media sosial dikutip TribunTrends, Sabtu, 20 Juni 2026.

Data Center dan Pelayanan Publik Ikut Dipertaruhkan

Keluhan dari tim IT Pemda Karanganyar memperlihatkan bahwa pemadaman listrik bukan persoalan sederhana.

Di era serba digital, keberlangsungan data center menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Sistem administrasi, jaringan pemerintahan, hingga layanan berbasis online membutuhkan pasokan listrik yang stabil.

Ketika listrik padam, UPS dan genset memang bisa menjadi solusi sementara. Namun penggunaan terus-menerus tentu membuat perangkat bekerja lebih keras dan membutuhkan biaya operasional tambahan.

Hal itulah yang kini menjadi kekhawatiran banyak pihak apabila pemadaman bergilir terus berlangsung dalam jangka panjang.

Petugas PLN mengecek meteran listrik warga.
Petugas PLN mengecek meteran listrik warga. Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Karanganyar tidak hanya mengganggu rumah tangga dan usaha kecil, tetapi juga mulai berdampak pada layanan digital pemerintahan. (DOK. Humas PLN)

Pemadaman Bergilir Jadi Beban Baru Warga

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pemadaman listrik bergilir menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Banyak warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Mulai dari pekerjaan rumah, usaha kuliner, pengisian daya ponsel, hingga aktivitas belajar anak-anak di malam hari ikut terdampak.

Tak sedikit pula pelaku usaha kecil yang harus menanggung kerugian akibat listrik padam mendadak. Warung makan, toko kelontong, hingga usaha berbasis internet menjadi sektor yang paling merasakan dampaknya.

Baca juga: DPR Kritik PLN, Warga Karanganyar Frustasi Diteror Mati Lampu 3 Kali Seminggu: Sudah di Tahap Muak!

Bagi sebagian masyarakat, listrik kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Margareta, warga Jumantono, mengaku listrik di wilayahnya padam sejak siang hingga malam hari tanpa kepastian yang jelas.

"Dari jam 2 siang sampai jam 7 malam mantap tenan, udah gitu nggak ada surat edaran, lihat info katanya cuma 3 jam, eh nggak taunya Jumantono bagian Sringin mati lampu sampai 5 jam," tutur Margareta.

Kekecewaan serupa juga disampaikan warga Karanganyar lainnya yang merasa pemadaman kini terlalu sering terjadi.

"Mboh, udah di tahap MUAK, mati listrik seminggu 2-3 kali" tutur warga Karanganyar lainnya.

Nada frustrasi warga semakin terasa karena pemadaman disebut sering datang di jam-jam produktif saat masyarakat bekerja, berjualan, hingga menjalankan usaha rumahan.

Harapan Warga: Listrik Stabil Kembali

Masyarakat Karanganyar kini berharap kondisi segera membaik dan pasokan listrik kembali stabil.

Sebab di tengah aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi dan layanan digital, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Di balik candaan dan komentar media sosial, tersimpan harapan sederhana dari warga: lampu tetap menyala, pekerjaan berjalan normal, dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh pemadaman bergilir.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.