Siasat Marysa Anggi Bangun Sambal Roenya: Andalkan Resep Tradisional Hingga Tembus Kurasi Eksport
Adrianus Adhi June 20, 2026 07:32 PM

SURYA.co.id, Sidoarjo - Aroma pedas cabai segar seketika menyeruak di sebuah sudut rumah di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Di dapur produksi yang bersih dan tertata rapi inilah, Marysa Anggi Puspitasari tengah sibuk mengawasi proses pengemasan sambal uleg tradisional berlabel "Sambal Roenya".

Di balik kesuksesan botol-botol sambal yang kini bersiap menembus pasar internasional, ada kisah tentang keberanian mengambil lompatan besar di tengah ketidakpastian.

Pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 berada pada puncaknya, Anggi mengambil keputusan berani untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai staf pemasaran bahan kimia industri.

Berbekal ijazah Akuntansi dari salah satu perguruan tinggi di Kediri, Anggi harus menata ulang arah masa depannya secara mandiri.

"Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian saat itu, saya mulai mempertimbangkan untuk mencari peluang usaha yang dapat dijalankan secara mandiri," kenang Anggi dengan mata berbinar mengingat awal perjuangannya

"Dengan modal awal yang berasal dari sebagian tabungan pribadi, saya memberanikan diri untuk memulai usaha dari rumah. Saat itu, saya masih menggunakan peralatan masak rumahan yang sederhana dan mengelola semuanya sendiri."

Cita Rasa Autentik yang Berbicara

Berbekal latar belakang akuntansi yang membantunya mengelola keuangan dengan rapi, Anggi merintis Sambal Roenya.

Ia melihat potensi besar dari kekayaan kuliner Indonesia, khususnya sambal-sambal khas daerah yang belum banyak dihadirkan dalam kemasan praktis. Alih-alih membuat sambal bertekstur halus, Anggi memilih mempertahankan kearifan lokal.

"Tekstur sambal yang kasar seperti sambal uleg tradisional dipadukan dengan komposisi lauk yang nyata dan dapat dirasakan dalam setiap kemasan," jelas Anggi menerangkan keunggulan produknya

Ia pun mengembangkan berbagai varian rasa autentik, mulai dari gurihnya Sambal Bawang khas Jawa Timur, keunikan rasa Sambal Ikan Asin Klotok Yogyakarta, pedas menggigit khas Sambal Cumi, hingga aroma berasap Sambal Cakalang Asap Fufu khas Sulawesi Utara.

Simak juga informasi soal sejarah Sambal lewat infografis di bawah ini:

INFOGRAFIS SAMBAL - Sejarah sambal di Indonesia. Diambil dari berbagai sumber
INFOGRAFIS SAMBAL - Sejarah sambal di Indonesia. Diambil dari berbagai sumber

Di tengah ketatnya persaingan produk sambal kemasan di pasaran, Anggi memegang teguh filosofi bisnisnya.

"Dalam menghadapi persaingan produk sambal di pasaran, kami tidak berfokus untuk bersaing secara langsung, tetapi lebih pada bagaimana menghadirkan nilai yang berbeda melalui Sambal Roenya," tuturnya

"Kami percaya bahwa produk yang baik akan berbicara melalui pengalaman konsumen itu sendiri, bukan sekadar klaim."

Didukung Penuh oleh "Support System"

Filosofi Anggi perlahan berbuah manis. Keunikan Sambal Roenya mulai menarik perhatian banyak penikmat kuliner, termasuk Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama.

Tokoh publik yang akrab disapa Ning Lia tersebut bahkan langsung memborong ratusan botol Sambal Roenya untuk dijadikan bingkisan (goodybag) bagi para tamu kedutaan asing

Apresiasi tulus dari Ning Lia membekas mendalam di hati Anggi. Lewat akun Instagram miliknya, Anggi menumpahkan rasa harunya: "Definisi support system yang sesungguhnya! Terharu banget sama Ning @liaistifhama yang udah setia banget support Sambal Roenya dari tahun ke tahun."

Dukungan tersebut terbukti menjadi pembuka pintu yang lebih lebar. Sambal Roenya mulai menerima pesanan ulang (repeat order) dari para kolega kedutaan yang kepincut dengan keaslian cita rasanya

Produk Sambal Roenya di Jawa Timur
PRODUK - Produk-produk Sambal Roenya

Naik Kelas Bersama BRI

Perjalanan Sambal Roenya untuk melompat lebih jauh mendapat ruang akselerasi yang tepat saat bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Sidoarjo.

Koordinator Rumah BUMN BRI Sidoarjo, Wahyu Andini, menilai Anggi sebagai salah satu potret pelaku UMKM perempuan yang ulet di tempatnya.

"Marysa Anggi dengan Sambal Roenya adalah salah satu contoh UMKM di tempat kami yang menunjukkan perkembangan sangat positif," ungkap Wahyu Andini.

Melalui ekosistem Rumah BUMN, Anggi mengikuti pembinaan intensif seperti BRIncubator serta lokakarya pengembangan kapasitas usaha.

Hasilnya nyata; pada tahun 2024, Sambal Roenya berhasil lolos kurasi ketat mewakili Kabupaten Sidoarjo untuk masuk ke pasar global, sekaligus berkesempatan memamerkan produknya di ajang bergengsi BRI UMKM EXPO(RT) di Jakarta

Peningkatan kualitas operasional ini ditopang pula oleh kemudahan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.

Anggi menceritakan proses pengajuannya relatif sangat cepat dan mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar empat hari kerja hingga dana cair.

"Setelah mendapatkan fasilitas KUR dari Bank BRI, dampak yang paling terasa adalah adanya peningkatan pada kapasitas dan kualitas operasional usaha. Dana tersebut kami gunakan untuk melakukan upgrade peralatan produksi serta memperbaiki area dapur agar lebih bersih, higienis, dan sesuai standar proses produksi yang lebih baik," papar Anggi.

Kini, dapur produksi rumahan di Kecamatan Taman telah naik kelas. Ditunjang efisiensi operasional harian berkat transaksi praktis non-tunai melalui QRIS BRI, Sambal Roenya kini lebih siap menghadapi tantangan pasar.

Bagi Marysa Anggi, sebotol sambal dari sudut Sidoarjo bukan lagi sekadar pelengkap hidangan, melainkan media yang siap membawa kehangatan cita rasa Nusantara ke meja makan dunia 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.