Renungan Harian Kristen 22 Juni 2026 - Hidup Kekal yang Dipulihkan
Suci Rahayu PK June 20, 2026 07:48 PM

Renungan Harian Kristen 22 Juni 2026 - Hidup Kekal yang Dipulihkan

Bacaan ayat: Matius 19:16 (TB)  Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Kekal adalah abadi, tidak berubah, tetap, tidak ada habisnya. Jika dibuat frasa hidup kekal, maka bisa dipahami hidup yang tidak ada habisnya, hidup terus sampai selamanya.

Jika paham sederhana ini yang dipahami maka seseorang akan bertanya: apakah itu tidak membosankan? Dapat dibayangkan jika hidup terus dan tidak ada habisnya, apa yang harus dilakukan untuk mengisinya?

Pertanyaan tersebut wajar mengingat dilahirkan oleh pikiran yang telah menyimpang akibat dosa.

 Itu sebabnya beberapa orang memilih untuk tidak percaya pada hidup kekal, karena tidak menemukan penjelasan yang memuaskan.

Jika membaca Alkitab secara lebih teliti, ternyata rancangan awal Allah dalam menciptakan ialah hidup dalam kekekalan.

 Dengan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, manusia berada pada kondisi kekal sebagaimana Allah juga kekal.

 Itu sebabnya kita tidak memiliki data waktu tentang seberapa lama Adam dan Hawa di Eden yang disebutkan pada Kitab Kejadian 1 & 2.

Dalam dimensi kekekalan, setiap saat adalah hari ini, sehingga tidak ada kemarin atau besok.

Dan jika setiap saat hari ini, maka waktu pun tidak pernah bisa dihitung lamanya. Semua berada pada kekekalan.

Dosa yang membuat manusia mengalami kematian, sehingga kehidupan tidak lagi kekal seperti yang Allah rancang. 

Nampaknya pengharapan akan hidup kekal masih tersemat dalam pikiran manusia.

Secara genetis, ide hidup kekal tersemat dalam setiap keyakinan dan kepercayaan. Bahwa hidup hari ini akan berakhir, dan akan beralih pada hidup kekal. 

Itulah yang menjadi ide dasar seseorang bertanya kepada Yesus, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Dari pertanyaannya, ia berasumsi bahwa: pertama, hidup kekal itu ada dan perlu diupayakan untuk mendapatkannya. Kedua, hidup kekal itu nanti, setelah kematian.

Hidup kekal digadang sebagai upah atas apa yang dilakukan selama ia hidup di bumi.

Ketiga, ia tidak yakin sehingga perlu jaminan bahwa hidup kekal akan didapatkan ketika yang dilakukan tetap seperti yang dimaksudkan.

Bisa jadi setiap kita mungkin memiliki alur pikir yang sama. Mungkin tidak semua, hanya sebagian alur pikir yang sama.

Dan jika itu terjadi, maka penting bagi kita untuk membenahinya agar sesuai dengan apa yang Allah maksudkan.

Karya penyelamatan yang Allah lakukan dalam Yesus Kristus adalah karya Allah untuk memulihkan agar kehidupan kekal yang Allah rancang dapat kembali dimiliki oleh manusia. 

Itu sebabnya satu-satunya jalan yang harus ditempuh ialah penebusan. Prototipenya telah Allah sematkan dalam ide pengurbanan domba sebagai bayangan dari Kurban yang sebenarnya yaitu Yesus Kristus di kayu salib. Ini adalah anugerah dari Allah.

Meskipun demikian, manusia perlu merespon dengan percaya maka ia akan diselamatkan. 

Dengan demikian hidup kekal kembali dipulihkan menjadi miliknya. Hidup kekal itu bukan nanti, namun hari ini ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sampai waktunya tiba tubuh yang dari tanah harus kembali ke tanah dan berganti dengan tubuh yang tidak bisa binasa.

 Itulah hidup kekal yang utuh, yang Allah sediakan bagi orang percaya.

Hari ini, hidup kekal itu sudah kita nikmati. Untuk itu penting bagi kita untuk hidup kekal seperti yang Allah maksudkan dengan hidup benar sebagai tanda nyatanya hidup kekal itu.

 Hidup kekal itu tentang hidup dalam Kerajaan Allah. Dan Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Itu sebabnya Yesus meminta sang penanya untuk menjual harta miliknya dan berbagi dengan orang miskin setelah ia melakukan segala perintah Allah sejak masa mudanya. Amin.

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.