NEW DELHI: Brasil bangkit dengan meyakinkan setelah hasil imbang pada laga pembuka melawan Maroko dengan menaklukkan Haiti 3-0 di Philadelphia. Kemenangan ini membawa mereka ke puncak klasemen Grup C dan meningkatkan peluang untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia FIFA 2026.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri harapan Haiti untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti memulai pertandingan dengan baik dan sempat mencetak gol cepat melalui Raphinha, namun dianulir karena offside.
Brasil terus menekan dan akhirnya membuka keunggulan ketika Matheus Cunha memanfaatkan bola muntah setelah tembakan Vinicius Junior berhasil ditepis oleh penjaga gawang Johny Placide.
Cunha kemudian menggandakan keunggulan tak lama berselang, menuntaskan umpan matang dari Vinicius Junior dengan sepakan keras yang tak mampu dihentikan kiper lawan.
Dua gol Cunha di babak pertama tersebut menandai kali ke-10 seorang pemain Brasil mencetak setidaknya dua gol sebelum turun minum dalam pertandingan Piala Dunia — rekor terbanyak dibandingkan negara lain. Menurut laporan ESPN, pemain terakhir Brasil yang melakukan hal serupa adalah Neymar saat menghadapi Kamerun pada tahun 2014.
Kemenangan meyakinkan ini membuat Brasil mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, menyamai perolehan Maroko namun unggul dalam selisih gol.
Tim yang telah lima kali menjuarai dunia itu kini berada dalam posisi kuat untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Brasil akan berhadapan dengan Skotlandia pada laga terakhir fase grup, sementara Haiti resmi tersingkir dari turnamen meskipun menunjukkan peningkatan performa di babak kedua.