Mengenal Pondok Al Falah Ploso Kediri, Ponpes Sepuh Usia 1 Abad Tuan Rumah Munas dan Konbes NU 2026
faridmukarrom June 20, 2026 10:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI – Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri menjadi sorotan nasional setelah ditunjuk sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026.

Lantas bagaimana rekam jejak dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso?

Berikut ulasan dari Tribunmataraman.com mengenai Konferensi Besar NU 2026 yang pembukaannya dilaksanakan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri.

Seperti diketahui Pesantren Alfalah berada di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Pesantrean ini merupakan salah satu pondok pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia.

Baca juga: Pantauan Terkini Munas-Konbes NU 2026, Tokoh Nasional dan Pejabat Mulai Hadiri Pembukaan di Kediri

Pada tahun 2025 lalu, Pondok Pesantren Al Falah Ploso genap berusia 100 tahun.

Pesantren tersebut didirikan oleh KH Ahmad Djazuli Utsman pada 1 Januari 1925 dan hingga kini terus berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Jawa Timur.

Sejarah Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri

Pondok Pesantren Al Falah Ploso berawal dari kegiatan belajar mengajar sederhana yang dilakukan di serambi masjid. Berkat ketekunan pendirinya, pesantren ini tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan banyak ulama, kiai, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Dengan usia yang telah mencapai satu abad, Al Falah Ploso dikenal sebagai salah satu pondok pesantren sepuh di lingkungan Nahdlatul Ulama yang masih mempertahankan tradisi pendidikan salaf sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Jadi Tuan Rumah Munas dan Konbes NU 2026

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memilih Pondok Pesantren Al Falah Ploso sebagai lokasi pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan bahwa seluruh persiapan acara telah rampung dan siap dibuka.

"Prosesi pembukaan Munas dan Konbes akan dimulai pukul 19.00 WIB dan akan berlangsung selama dua hari, yaitu hari Minggu dan Senin," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Gus Ipul, forum ini menjadi agenda strategis karena merupakan Munas dan Konbes terakhir sebelum pelaksanaan Muktamar NU berikutnya.

Gus Ipul menjelaskan, setelah seluruh rangkaian sidang dan musyawarah selesai di Kediri, penutupan kegiatan akan dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan, Madura.

"Setelah itu, kita akan melakukan penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 September mendatang," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara PBNU, PWNU, PCNU Kabupaten dan Kota Kediri, serta pengurus pondok pesantren yang dinilai mampu mempersiapkan acara besar tersebut dalam waktu yang relatif singkat.

"Kolaborasi inilah yang kemudian membuat kita bisa menyusun satu perencanaan dan melaksanakannya meskipun waktunya amat sangat mepet," ungkap Gus Ipul.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, KH Ahmad Said Asrori, memastikan seluruh fasilitas dan lokasi sidang telah siap digunakan.

"Nampaknya sudah siap semuanya. Siap untuk pembukaan, juga untuk rapat-rapat komisi," kata KH Ahmad Said Asrori.

Ia menjelaskan bahwa forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis keagamaan dan organisasi, mulai dari persoalan fikih qanuniyah (hukum dan perundang-undangan), fikih maudhu'iyyah (tematik), rekomendasi organisasi, hingga program kerja PBNU menjelang Muktamar.

PBNU berharap Munas dan Konbes NU 2026 mampu melahirkan keputusan-keputusan penting yang memberikan manfaat tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas.

"Harapannya Munas dan Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira dan bahagia. Yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi warga NU, warga pondok pesantren, dan warga Indonesia semuanya," tutur KH Ahmad Said Asrori.

(TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.