Harga Bahan Pokok di Anambas Turun, Stok Melimpah, Daya Beli Warga Melemah
Septyan Mulia Rohman June 21, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpantau turun dalam beberapa pekan terakhir.  

Turunnya harga ini terlihat pada sejumlah komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat sehari-hari. 

Pantauan TribunBatam.id di Pasar Inpres Tarempa, Kecamatan Siantan, Minggu (21/6/2026) pagi, beberapa bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan sebelumnya. 

Komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya bawang merah India yang kini dijual Rp20 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah Birma dipasarkan dengan harga Rp25 ribu per kilogram. 

Selain itu, harga sayuran seperti wortel dan tomat juga ikut turun. Kedua komoditas tersebut saat ini dijual Rp28 ribu per kilogram. 

Pedagang Pasar Inpres Tarempa, Ridho, mengatakan harga sejumlah komoditas memang mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu lalu. 

"Sebelumnya bawang merah masih dijual sekitar Rp22 ribu per kilogram. Untuk tomat dan wortel juga sempat berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram," kata Ridho. 

Menurut dia, turunnya harga bahan pokok dipengaruhi oleh pasokan barang yang saat ini cukup melimpah di pasar. 

Arus distribusi barang menuju Anambas yang berjalan lancar membuat stok bahan pokok terus tersedia dan tidak mengalami kekurangan seperti yang kerap terjadi saat cuaca buruk atau transportasi terganggu. 

"Barang sekarang banyak masuk. Kapal juga lancar, jadi stok cukup dan harga ikut turun," ujarnya. 

Meski beberapa komoditas mengalami penurunan harga, masih ada sejumlah bahan pokok yang bertahan di harga normal. 

Bawang putih misalnya, hingga saat ini masih dijual Rp35 ribu per kilogram. Begitu juga cabai rawit yang tetap berada di angka Rp70 ribu per kilogram. 

Ridho menjelaskan harga kedua komoditas tersebut belum mengalami perubahan karena pasokan dan permintaan masih berada pada kondisi yang relatif stabil. 

Namun di tengah turunnya harga sejumlah bahan pokok, para pedagang justru menghadapi tantangan lain, yakni menurunnya daya beli masyarakat. 

Menurut Ridho, jumlah pembeli yang datang ke pasar tidak seramai biasanya.

Banyak warga membeli kebutuhan dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan sebelumnya sehingga perputaran barang menjadi lebih lambat. 

"Kami lihat pembeli tetap ada, tapi belanjanya tidak sebanyak dulu. Paling banyak belanja ga pakai per kilogram, tapi per ons. Jadi walaupun harga turun, penjualan belum tentu meningkat," ujar dia. 

Sejauh ini, komoditas yang paling sering dicari pembeli adalah cabai, bawang, dan tomat. 

Ketiga bahan tersebut menjadi kebutuhan utama karena hampir selalu digunakan sebagai bumbu dasar dalam berbagai masakan masyarakat Anambas.

Mulai dari tumisan, gulai hingga aneka olahan makanan laut yang menjadi menu sehari-hari warga. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.