Leica Humaira Lubis Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia di Kejuaraan Karate Asia 2026
Ayu Prasandi June 21, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Karateka asal Sumatera Utara, Leica Humaira Lubis, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Karate Senior Asia ke-22 2026 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Minggu (21/6/2026).

Prestasi membanggakan itu diraih Leica setelah mengalahkan karateka asal Yordania, Naser Yara, pada partai final nomor kumite +68 kilogram putri. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi medali emas pertama yang dipersembahkan kontingen Indonesia pada ajang karate paling bergengsi di tingkat Asia tersebut.

Hingga hari terakhir pertandingan, Indonesia untuk sementara mengoleksi satu medali emas dan dua medali perunggu.

Keberhasilan Leica disambut haru oleh sang ayah, Andi Lubis, yang hadir langsung di Bali bersama istri dan putri sulungnya untuk memberikan dukungan kepada Leica dari tribun penonton.

Menurut Andi, medali emas yang diraih putrinya merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta ketekunan Leica selama menjalani latihan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

"Ini hasil dari kerja keras Leica, dari kedisiplinannya. Ditambah lagi lawan-lawan dan kompetitornya memang luar biasa," ujar Andi kepada Tribun Medan melalui sambungan seluler. 

Andi mengungkapkan, sejak awal dirinya sudah mengetahui bahwa perjalanan Leica menuju podium juara tidak akan mudah. Pasalnya, hampir seluruh lawan yang dihadapi merupakan karateka papan atas Asia, bahkan dunia. 

Salah satu lawan tangguh yang dihadapi Leica adalah karateka Nepal, Gurung Arika, yang saat ini menempati peringkat ke-9 dunia. Keberhasilan Leica mengalahkan atlet elite dunia tersebut menjadi bukti kualitasnya dalam bersaing di level Asia. 

Sementara itu, Gurung Arika harus puas mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah meraih medali perunggu.

"Apalagi yang dikalahkan ini ada yang peringkat 10 dunia dari Nepal. Pemain-pemain yang dikalahkannya juga semuanya tangguh. Makanya saya berpikir, kalau dia mendapatkan medali perak saja sudah sangat bagus," katanya.

Namun, hasil akhir justru melampaui ekspektasinya. Leica berhasil menuntaskan seluruh pertandingan dengan gemilang hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.

"Tapi Alhamdulillah, Allah memberikan yang terbaik. Leica bisa meraih medali emas," ucapnya penuh syukur.

Andi mengaku sejak awal dirinya datang ke Bali tanpa membebani putrinya dengan target tinggi.

Baginya, medali perak pun sudah menjadi pencapaian luar biasa mengingat ketatnya persaingan pada kejuaraan tersebut.

"Saya memang dari awal nothing to lose. Kalau dia dapat medali perak, itu pun sudah membanggakan. Apalagi saat ini Indonesia sedang krisis medali, jadi paling tidak ada dia yang bisa dibanggakan," tuturnya.

Kehadiran Andi beserta keluarga di Bali ternyata merupakan permintaan langsung dari Leica.

Setelah sebelumnya hadir memberikan dukungan pada Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Andi sempat merasa kehadirannya di Bali tidak lagi diperlukan.

Namun Leica tetap meminta kedua orang tuanya datang untuk memberikan dukungan moral secara langsung, terutama doa dari sang ibu.

"Saya bersama istri dan kakak Leica datang menonton langsung di Bali. Memang kami diminta Leica untuk hadir. Awalnya saya pikir setelah Kejurnas di Bandung sudah cukup, tapi ternyata dia ingin kami datang, terutama ibunya, untuk memberikan dukungan moral dan doa," ungkapnya.

Selama pertandingan berlangsung, Andi mengaku nyaris tak mampu mengendalikan emosinya. Ia menyaksikan langsung seluruh perjuangan putrinya dari babak awal hingga final.

"Saya dari awal menyaksikan semua pertandingan Leica. Wah, jantung saya seperti mau lepas. Rasanya tidak percaya dia bisa menjadi juara Asia. Rasanya seperti mimpi, tapi itulah kenyataannya.

Alhamdulillah berkat kerja keras banyak pihak, pelatih, manajer, seluruh ofisial, dan juga dukungan atlet-atlet lain," katanya.

Raihan medali emas ini menjadi bukti perkembangan pesat yang ditunjukkan Leica Humaira Lubis dalam beberapa tahun terakhir. 

Setelah tampil sebagai debutan dan sukses meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Leica kembali menorehkan prestasi dengan mempersembahkan emas pada SEA Games Thailand 2025. 

Kini, karateka asal Sumatera Utara tersebut kembali membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara di level Asia.

Meski telah mengukir prestasi bergengsi, perjuangan Leica belum berakhir. 

Saat ini, ia tengah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni Asian Games 2026, dengan harapan mampu kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Sebagai seorang ayah, Andi mengaku tidak bisa banyak mendampingi Leica selama menjalani Pelatnas karena putrinya lebih banyak berada di Jakarta.

Komunikasi keduanya kini lebih sering dilakukan melalui pesan singkat.

Meski demikian, ia selalu berusaha memberikan motivasi agar Leica tetap disiplin menjalani latihan dan mengikuti seluruh arahan pelatih.

"Sejak awal saya selalu bilang ke Leica, tetap latihan karena itu kuncinya. Turuti kata pelatih, karena pelatih tidak mungkin memberikan yang buruk. Apa yang diberikan pelatih itu yang harus dijalankan supaya bisa terus berkembang," ujarnya.

"Saya pribadi memang tidak bisa memberikan banyak karena Leica selalu berada di Pelatnas. Saya hanya bisa memberikan motivasi lewat WhatsApp dan mendoakannya dari jauh. Interaksi kami memang sudah jauh berbeda dibanding dulu," pungkas Andi.

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.