TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Persita Tangerang mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi Indonesia Super League musim 2026-2027 dengan penuh optimisme.
Setelah tampil cukup solid pada musim 2025-2026 dengan menempati posisi ke-10 klasemen akhir, Pendekar Cisadane kini berambisi tampil lebih kompetitif dan menjadi ancaman bagi tim-tim besar lainnya.
Performa stabil di musim sebelumnya menjadi modal penting bagi Persita untuk terus melakukan pembenahan, terutama dalam memperkuat komposisi pemain di semua lini.
Dengan kombinasi pemain lokal dan asing, Persita tampak serius membangun tim yang lebih seimbang dan berpengalaman.
Dengan komposisi skuad yang semakin beragam dan dipadukan antara pemain lokal potensial serta pemain asing berpengalaman dari berbagai negara seperti Spanyol, Brasil, Portugal, hingga Serbia, Persita Tangerang menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di papan atas.
Musim 2026-2027 diprediksi akan menjadi tantangan besar, namun sekaligus peluang bagi Persita untuk membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru di Indonesia Super League.
Jika mampu menjaga konsistensi dan kekompakan tim, bukan tidak mungkin Persita Tangerang akan menjadi kuda hitam yang mampu mengganggu dominasi klub-klub besar lainnya di musim mendatang.
Ryuji Utomo — Indonesia
Tamirlan Kozubayev — Kirgizstan
Evan Tuhuteru — Indonesia
Rayco Rodríguez — Spanyol
Pablo Ganet — Guinea Khatulistiwa
Ahmad Nur Hardianto — Indonesia
Éber Bessa — Brasil
Cois Artomoro — Indonesia
Charisma Fathoni — Indonesia
Dafiq Firdaus — Indonesia
Javlon Guseynov — Uzbekistan
Ramón Bueno — Spanyol
Rizwan Haikal — Indonesia
Ahmad Fahd — Indonesia
Badrian Ilham — Indonesia
Yardan Yafi — Indonesia
Zalnando — Indonesia
Igor Rodrigues — Portugal
Andriano Saputra — Indonesia
Bae Sin-yeong — Indonesia
Zulfan Djiaulhaq — Indonesia
Dejan Račić — Montenegro
Mario Jardel — Indonesia
Rafi Pamungkas — Indonesia
Aep Nursofyan — Indonesia
Matheus Alves — Brasil
Hokky Caraka — Indonesia
Fairuz Ohorella — Indonesia
Jack Brown — Indonesia
Andrean Rindorindo — Indonesia
Aleksa Andrejić — Serbia
Kartika Ajie — Indonesia
Esal Sahrul — Indonesia