Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Keramaian pengunjung yang memadati kawasan Festival Tabut ternyata tidak hanya membawa berkah bagi pelaku usaha dan penyelenggara.
Di balik ramainya perayaan budaya tahunan tersebut, aksi kejahatan juga diduga mengintai para pengunjung yang lengah menjaga barang berharganya.
Seorang wanita asal Kabupaten Seluma, Diva (21), menjadi korban dugaan pencurian handphone saat menghadiri Festival Tabut di Kota Bengkulu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/6/2026) dan telah dilaporkan korban ke Polresta Bengkulu untuk ditindaklanjuti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban datang ke lokasi Festival Tabut bersama sejumlah rekannya untuk menikmati rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan sport center.
Seperti pengunjung lainnya, korban harus berdesakan dengan ribuan warga yang memadati area festival.
Dalam situasi ramai tersebut, korban menyimpan handphone miliknya di dalam tas yang disandang selama berada di lokasi.
Namun tanpa disadari, kondisi kerumunan yang padat diduga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
Diduga Beraksi di Tengah Kerumunan Pengunjung
Saat berada di tengah keramaian, korban tidak merasakan adanya hal mencurigakan.
Tas yang digunakan masih berada di pundaknya seperti biasa sehingga dirinya tidak menyadari bahwa barang berharganya telah menjadi sasaran pelaku.
Diduga pelaku memanfaatkan kondisi sempit dan padatnya arus pengunjung untuk membuka tas korban secara diam-diam, lalu mengambil satu unit handphone merk iPhone milik korban.
Korban baru mengetahui handphone tersebut hilang ketika hendak melakukan pembayaran saat berbelanja di area Festival Tabut.
Saat akan mengambil ponselnya, korban terkejut karena handphone yang sebelumnya disimpan di dalam tas sudah tidak ditemukan lagi.
Berbagai upaya pencarian sempat dilakukan, namun perangkat tersebut tidak berhasil ditemukan.
Merasa menjadi korban tindak pidana pencurian, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti
Polisi Benarkan Laporan Kehilangan
Kasus dugaan pencurian handphone tersebut kini tengah ditangani oleh Polresta Bengkulu.
Kasi Humas Polresta Bengkulu, Iptu Endang Sudrajat, membenarkan adanya laporan yang disampaikan korban terkait kehilangan handphone saat menghadiri Festival Tabut.
"Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Iptu Endang Sudrajat saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan informasi dan keterangan terkait peristiwa tersebut guna mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian
Polisi Tingkatkan Patroli Selama Festival Tabut
Meningkatnya jumlah pengunjung selama Festival Tabut menjadi perhatian tersendiri bagi aparat keamanan.
Selain melakukan pengamanan kegiatan, polisi juga terus meningkatkan patroli pada jam-jam padat kunjungan
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang berpotensi merugikan masyarakat yang datang menikmati perayaan budaya terbesar di Bengkulu tersebut.
Petugas keamanan juga mengimbau pengunjung agar lebih berhati-hati dan tidak lengah saat membawa barang berharga di tengah keramaian.
"Kami mengimbau agar pengunjung menyimpan telepon genggam, dompet, maupun barang berharga lainnya di tempat yang aman dan mudah diawasi guna mengurangi risiko menjadi korban kejahatan," imbau Endang.
Pengunjung Mengaku Khawatir
Di sisi lain, kabar adanya dugaan pencurian di kawasan Festival Tabut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengunjung.
Anisa, salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi festival, mengaku cukup khawatir dengan adanya laporan kehilangan tersebut.
Menurutnya, kondisi keramaian memang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencari korban yang lengah.
"Kalau dengar ada yang kehilangan handphone tentu jadi khawatir. Apalagi pengunjung di sini sangat ramai dan sering berdesakan," ujarnya.
Ia berharap aparat kepolisian terus meningkatkan patroli dan pengawasan selama berlangsungnya Festival Tabut agar masyarakat dapat menikmati acara dengan aman dan nyaman.
"Saya berharap polisi terus berpatroli supaya tidak ada lagi korban kehilangan atau tindak kejahatan lainnya selama Festival Tabut berlangsung," singkatnya.