SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Kasus dugaan perundungan di salah satu SMP Negeri di Lubuklinggau viral di media sosial (Medsos) dan sudah diselesaikan melalui perdamaian antara siswa.
Informasinya perdamaian disaksikan orang tua difasilitasi sekolah dan polisi.
Namun orang tua siswa yang dinarasikan jadi korban mengakui bila persoalan perundungan di sekolah tersebut sudah diselesaikan melalui perdamaian.
“Kemarin (Sabtu, 20 Juni 2026) sudah dilakukan perdamaian di sekolah," kata Desi pada wartawan, Minggu 21 Juni 2026.
Desi menyebut perdamaian sudah dibuat hitam di atas putih. Namun pihaknya juga meminta perdamaian bukan hanya disekolah tapi secara adat.
Keinginan itu sudah disampaikan ke orang tua pelaku, dalam pertemuan di sekolah.
“Jadi urusan yang di sekolah sudah selesai. Sekarang tinggal secara adat,” ungkapnya.
Selain itu, sebagai orang tua Desi merasa perlu membawa anaknya ke rumah sakit, dijadwalkan hari ini (red) Minggu dijadwalkan anaknya C, akan menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Menurutnya perundungan terhadap anaknya ini bukan hanya sekali, namun sebelumnya juga pernah dilakukan para pelaku namun tidak viral di media sosial.
“Yang dahulu tidak ada bukti videonya. Kalau yang sekarang ada, supaya jadi pelajaran," ujarnya
Desi pun menambahkan keluarganya mengetahui adanya perundungan itu, setelah video beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar di media sosial itu terlihat korban dipukul hingga kepalanya diinjak oleh para pelaku, dalam peristiwa di dalam kelas Jumat 19 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Kasatreskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan Azwar mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penganiayaan yang viral tersebut.
Meski demikian, polisi akan melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
"Kalau yang viral penganiayaan di salah satu SMP Lubuklinggau itu belum menerima laporan kami. Meskipun begitu akan kami lakukan penyelidikan," ungkapnya.