TRIBUNCIREBON.COM - Polemik di antara presenter Ruben Onsu dan Sarwendah sepertinya mulai menemui titik temu.
Kedua belah pihak tengah bersiap untuk melakukan pertemuan.
Sebagai informasi, Ruben dan Sarwendah kisruh setelah resmi cerai pada 2024 lalu.
Ruben merasa kesulitan untuk menemui kedua putrinya.
Padahal selama ini ia rutin mengirim nafkah anak sebesar Rp200 juta per bulan.
Sebagai bentuk protes kepada Sarwendah, Ruben akhirnya menyetop kiriman nafkah sejak akhir 2025.
Sejak saat itulah hubungan keduanya makin memanas hingga saling sindir di media sosial.
Ruben bahkan juga tak ragu menyentil Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah.
Setelah sempat diwarnai berbagai polemik, Sarwendah dan Ruben Onsu dijadwalkan bertemu pada Juli 2026. Pertemuan tersebut akan difasilitasi oleh kuasa hukum kedua belah pihak.
Baca juga: Umi Pipik Soroti Polemik Ruben Onsu-Sarwendah, Peran Ayah Hanya Wajib Berikan Nafkah Anak
Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan jadwal pertemuan sementara ditetapkan pada 11 Juli mendatang. Namun, waktu tersebut masih bisa disesuaikan jika ada kendala dari pihak Ruben Onsu.
"Pertemuan akan dilaksanakan bulan Juli sesuai permintaan dari RO dan Bang Minola begitu ya. Nanti akan dilaksanakan kira-kira tanggal 11 Juli," ungkap Abraham Simon, kuasa hukum Sarwendah.
Abraham menegaskan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi terkait jadwal pertemuan tersebut. Jika tanggal yang ditentukan tidak sesuai, kedua pihak bisa membahasnya kembali.
"Jadi nanti seandainya waktu tersebut kurang pas begitu dengan jadwalnya, nanti bisa dikomunikasikan," tambah Abraham Simon.
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, mengungkapkan sejumlah topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah menindaklanjuti kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya.
"Isinya tentang menindaklanjuti kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya, semua masalah, baik akta nomor 39 sampai dengan masalah-masalah teknis," jelas Chris Sam Siwu.
Selain itu, pembahasan juga akan menyangkut pengaturan pertemuan anak dengan kedua orang tuanya. Hal ini dinilai penting agar komunikasi dan hubungan keluarga tetap berjalan baik.
"Sampai juga dengan masalah teknis terhadap bagaimana anak ini bisa bertemu dengan kedua orang tuanya ya," sambung Chris.
Tak hanya soal anak, masalah keuangan juga masuk dalam agenda pembahasan. Chris mengatakan persoalan cicilan yang belum diselesaikan akan turut dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
"Sampai juga dengan masalah cicilan-cicilan yang belum dibayar oleh pihak kliennya Bang Minola di bank itu kita bahas semua itu isi akta kesepakatan," pungkas Chris.