TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon, Kulon Progo resmi menjadi Embarkasi Haji DIY mulai Musim Haji 2026 ini. Selain untuk pelaksanaan keberangkatan Ibadah Haji, bandara ini juga mulai melayani keberangkatan Ibadah Umrah.
General Manager YIA Kulon Progo, Muhammad Thamrin mengatakan penerbangan Umrah mulai dilayani sejai 15 Juni 2026. Pesawat yang membawa jemaah terbang langsung dari YIA menuju bandara di Madinah dan Jeddah, Arab Saudi.
"Ada sebanyak 11 penerbangan charter umrah pada periode pelaksanaan Ibadah Umrah tahun ini," kata Thamrin pada Minggu (21/06/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan, ada 2 penerbangan yang melayani jemaah umrah. Penerbangan dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, dengan armada Airbus A330-300.
Menurut Thamrin, di dua penerbangan perdana ini ada sebanyak 593 jemaah umrah yang diberangkatkan. Mereka tak hanya berasal dari DIY, tapi juga ada yang berasal dari daerah lain, bahkan dari luar pulau Jawa.
"Ada jemaah asal Banjarmasin, Pontianak, dan Palangkaraya yang berangkat dari YIA," ungkapnya.
Thamrin mengatakan penerbangan langsung Umrah akan membuka peluang rute-rute baru lainnya dari YIA. Terutama dengan tujuan internasional dan dilayani penerbangan langsung.
Ia pun berharap penerbangan umrah ke depannya tidak hanya bersifat charter, tapi juga menjadi penerbangan reguler. YIA Kulon Progo pun dipastikan siap dalam mendukung kebutuhan perjalanan ibadah masyarakat.
"Berbagai aspek operasional telah disiapkan guna memastikan kelancaran seluruh proses keberangkatan," jelas Thamrin.
YIA Kulon Progo mulai melayani penerbangan Ibadah Haji sejak April 2026 dan kini masih dalam proses Debarkasi atau pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi kembali ke Tanah Air. Debarkasi perdana berlangsung pada 2 Juni dari Kloter I yang terdiri dari 357 jemaah asal Kulon Progo.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kankemenhaj) Kulon Progo, Mulyono menilai pelaksanaan Embarkasi dan Debarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo terbilang lancar. Kendala yang ada pun bersifat minor dan bisa ditangani dengan baik dan cepat.
"Kami berharap layanan untuk pelaksanaan Ibadah Haji bisa lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya," katanya.(alx)