Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT di Padang, Ribuan Warga Teken Kain Putih 1 Kilometer
Rahmadi June 21, 2026 04:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ribuan masyarakat mengikuti Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menandatangani kain putih sepanjang satu kilometer sebagai simbol komitmen bersama menolak penyalahgunaan narkoba, LGBT, tawuran, pergaulan bebas serta berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya.

Simbol Komitmen Melindungi Generasi Muda

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk keseriusan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang dinilai dapat merusak masa depan.

Menurutnya, Kota Padang dan Sumatera Barat harus tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang, dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," kata Fadly Amran.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai upaya pencegahan melalui sejumlah program unggulan, seperti Smart Surau dan Sinergi Nagari yang diperkuat oleh peran Dubalang Kota.

Selain itu, Pemko Padang juga tengah menyiapkan penguatan regulasi melalui sinergi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Perda Penguatan Nagari di Dalam Kota.

"Sinergi regulasi ini akan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan serta pemberian sanksi sosial terhadap berbagai perilaku menyimpang," ujarnya.

Keluarga Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Fadly Amran menegaskan bahwa keluarga memiliki peran paling penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi perkembangan anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pengaruh negatif lainnya.

"Keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak, karena itu jangan sampai lengah terhadap perkembangan mereka. Mari bersama-sama kita dukung program Smart Surau, Sinergi Nagari, dan berbagai program lainnya untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda," katanya.

Kapolda Dorong Pembentukan Kampung Bebas Narkoba

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyebut deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam melindungi generasi muda Sumatera Barat.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat hingga tempat ibadah.

"Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten," ujar Gatot.

Ia juga mendorong pembentukan Kampung Bebas Narkoba di berbagai daerah serta pemberian penghargaan kepada generasi muda yang aktif dalam kegiatan pembinaan karakter dan sosial kemasyarakatan.

BNNP: Sekitar 65 Ribu Warga Sumbar Pernah Menyalahgunakan Narkoba

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, Toton Rasyid mengatakan pencegahan merupakan strategi paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei prevalensi tahun 2019, sekitar 65 ribu warga Sumatera Barat pernah menyalahgunakan narkotika.

Menurutnya, jumlah tersebut menjadi perhatian serius karena kapasitas rehabilitasi yang tersedia masih terbatas dibandingkan jumlah penyalahguna.

"Kita membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah munculnya pengguna baru. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang menjadi pengguna," katanya.

LKAAM Minta Pemda Alokasikan Anggaran Khusus

Pada kesempatan yang sama, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk mengalokasikan anggaran khusus dalam mendukung program pencegahan narkoba serta pembinaan generasi muda.

Menurutnya, upaya menjaga generasi penerus bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial serta menjaga generasi muda Sumatera Barat dari berbagai ancaman perilaku menyimpang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.