TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sajian Kue Ketan Talam Durian sepanjang satu kilometer yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Sajian kue tradisional khas Pekanbaru itu resmi dinobatkan sebagai yang terpanjang di dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).
Penobatan tersebut dilakukan dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekanbaru ke-242 yang dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (21/6/2026) areal Car free day (CFD).
Hanya saja acara yang membanggakan ini ternodai dengan ulah oknum pengunjung yang membludak yang berebut kue ketan talam durian yang disajikan.
Baca juga: Kue Ketan Talam Durian Sepanjang 1 Kilometer Pecahkan Rekor Dunia di Pekanbaru
Acara belum tuntas, warga sudah berebut kue ketan talam durian yang disajikan diatas meja sepanjang satu kilometer di areal CFD di Jalan Jendral Sudirman itu.
Warga yang terlihat ramai datang ke lokasi dari berbagai penjuru Pekanbaru dan bahkan Kabupaten Kota itu, menyerang berebut talam durian, panitia yang berjaga di lokasi yang didominasi ibu-ibu PKK tidak bisa menghalau lajunya warga.
Akibatnya sempat terjadi desak-desakan dan bahkan menjadi yang sebelumnya berdiri, terbalik, ada juga warga yang terinjak-injak karena terjebak saat berebut kue ketan talam durian tersebut.
Tidak sampai disitu, kue ketan talam durian yang di dalam mobil pick up milik sponsor juga ikut diserbu warga.
Warga yang berebut tersebut tidak hanya mengambil satu kotak saja, bahkan satu orangnya mengambil hingga tiga kotak kue ketan talam durian.
"Teman saya ada yang terinjak-injak tadi, karena memang padat dan berebut,"ujar Neti seorang warga asal Kulim Pekanbaru yang mengaku terjebak saat akan mau pulang.
Bahkan hingga siang, di sejumlah ruas jalan di areal CFD masih terjadi kemacetan parah, karena banyaknya warga yang datang ke lokasi pemecahan rekor MURI kue ketan talam durian terpanjang itu.
Sejumlah pengunjung juga mengaku kesal, karena panitia yang berasal dari ibu-ibu PKK tersebut banyak mengambil kue ketan talam duriannya sebelum acara dimulai.
"Ada yang menyimpan di dalam kantong plastik, ada yang masukkan ke tas, ini yang buat warga terpancing, awalnya memang biasa saja,"ujar warga lainnya Dendi mengaku ke Tribun.
Acara pemecahan rekor Muri sendiri tetap berlangsung dan sertifikat Rekor Muri itu diserahkan langsung perwakilan MURI Lutfi kepada Walikota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi bersama pejabat Pemko lainnya.
(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)