Munas-Konbes NU 2026 Hari Kedua, Gus War Tegaskan NU Harus Hadir Mencerdaskan Bangsa
Rendy Nicko June 21, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Hari kedua Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 diawali dengan Sidang Pleno II yang mengusung tema 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa', Minggu (21/6/2026).

Sidang yang berlangsung di Ponpes Al Falah Ploso Kediri ini sejak pagi dihadiri sejumlah tokoh nasional, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para kiai, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Suasana ruang sidang tampak khidmat namun penuh semangat. Puluhan peserta memenuhi ruangan untuk mengikuti arahan dari para pimpinan PBNU sekaligus mendengarkan pemaparan capaian organisasi selama masa khidmat berjalan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya terlihat hadir dan duduk di barisan depan mengikuti jalannya sidang. Kehadirannya menjadi perhatian peserta yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan.

Baca juga: Pengasuh Al Falah Ingatkan Peran Ulama Sepuh dan Gus Yahya Serukan Persatuan di Munas-Konbes NU 2026

Di deretan tengah tampak hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga mengikuti jalannya sidang bersama sejumlah tokoh NU, pengurus wilayah, serta para ulama dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sidang pleno tersebut, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Anwar Iskandar atau Gus War menyampaikan arahan mengenai peran strategis Nahdlatul Ulama dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, dakwah, kesehatan hingga ekonomi.

KH Anwar menegaskan bahwa keberadaan NU harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan umat.

"NU harus hadir di tengah kehidupan masyarakat. NU lahir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, dakwah, kesehatan, ekonomi dan berbagai bidang lainnya yang membawa kemaslahatan," kata KH Anwar Iskandar dalam arahannya.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, akhlak serta kemampuan untuk hidup berdampingan secara harmonis.

"Melalui ilmu dan akal yang berkembang dalam pendidikan, kesehatan maupun ekonomi, NU harus ikut membangun peradaban yang lebih baik bagi bangsa Indonesia," ungkapnya.

Gus War juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa. Ia menilai NU memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjadi perekat sosial yang mampu menghadirkan keteduhan di tengah masyarakat.

"Yang harus kita bangun adalah kehidupan yang damai, rukun, guyub dan bersatu. NU harus terus menjadi kekuatan yang menjaga persaudaraan dan menghadirkan kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia," tegasnya di hadapan peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.