Keluarga Korban di Sungai Ayung Kenali Jenazah, Kasus Diterima sebagai Musibah
Ida Ayu Suryantini Putri June 21, 2026 04:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sosok pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia tersangkut di bebatuan aliran Sungai Ayung, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali akhirnya berhasil dikenali oleh keluarganya.

Korban diketahui bernama Supandi (32), asal Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Keluarga korban telah bertemu dengan pihak kepolisian Polsek Ubud dan mandor tempat korban bekerja di sebuah proyek villa di kawasan Kedewatan.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyampaikan tidak menuntut terkait kematian Supandi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Baca juga: INGIN DIAJAK BERENANG, Ketut Tersentak Lihat Jenazah Sang Pacar di Buleleng, Tercium Bau Tak Sedap

Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, Minggu 21 Juni 2026 membenarkan hal tersebut. Kata dia, keluarga berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya di Jawa Timur.

“Pihak keluarga tidak menuntut atas kematian korban dan meminta agar jenazah dapat dipulangkan hari ini untuk dikebumikan. Pihak mandor menyanggupi pertanggungjawaban terkait kepulangan jenazah,” ujar Kapolsek.

Terungkapnya identitas korban, kata dia, berawal saat tim Opsnal Polsek Ubud bersama Opsnal Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban yang ditemukan meninggal di Sungai Ayung pada Jumat 19 Juni 2026.

Baca juga: Ambulance Muatan Jenazah Tabrak Pagar Rumah Warga di Jalur Tengkorak Jembrana

Dari hasil penyelidikan, korban diketahui merupakan pekerja proyek villa di kawasan Banjar Kedewatan.

Mandor proyek, Choirul Anam, mengaku terakhir melihat korban bekerja pada Kamis 18 Juni 2026.

Saat itu, Supandi datang ke proyek sekitar pukul 09.30 Wita dan bekerja hingga pukul 17.00 Wita.

Sebelum pulang, korban sempat berbincang dengan mandor. Saat bekerja, korban diketahui mengenakan kaus hitam dan celana pendek.

Sementara rekan kerja korban, Betaf Halil Akbar, mengatakan terakhir melihat Supandi pada Kamis sekitar pukul 15.00 Wita berjalan menuju bedeng pekerja.

Setelah selesai bekerja, korban tidak terlihat kembali ke tempat istirahat dan juga tidak datang saat makan malam pukul 19.00 Wita.

Keesokan harinya, Jumat 19 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 Wita, saksi kembali tidak menemukan korban berada di bedeng proyek.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan keterangan bahwa korban sempat menyampaikan keinginannya untuk memancing di sungai yang berada di sebelah barat proyek. Hal itu disampaikan korban kepada rekannya pada Minggu 14 Juni 2026.

"Selama sekitar satu minggu bekerja di proyek villa tersebut, korban disebut tidak pernah terlibat pertengkaran maupun cekcok dengan pekerja lainnya," ujar Kapolsek. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.