Muncul Isu Presiden Ukraina Zelensky Tewas Dalam Serangan Balasan Rusia
Desy Selviany June 21, 2026 05:16 PM

TRIBUNDEPOK-Muncul isu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tewas dalam serangan balasan Rusia pada Minggu (21/6/2026).

Isu tersebut muncul setelah Rusia dikabarkan menyerang wilayah aman dari perang di Ukraina yang diduga menjadi tempat persembunyian Zelensky. 

Kabar itu viral di X pada Minggu pagi (21/6/2026).

“Menurut laporan, serangan udara Rusia menargetkan lokasi aman di Ukraina dan serangan ini menyebabkan kematian Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 
Media Ukraina melaporkan kejadian ini,” tulis salah satu unggahan di X yang viral pada Minggu pagi.

Adapun pada Sabtu (20/6/2026) malam Zelensky masih mengunggah video di X. 

Zelensky dalam unggahannya memuat kehebatan drone FP-1 milik Ukraina yang kini jaraknya sudah diperbarui hingga bisa menempuh 3000 km dari yang sebelumnya hanya 1000 km.

“Sanksi jarak jauh kami telah mencapai wilayah Tyumen Rusia – fasilitas pengolahan minyak lainnya, lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan negara kami. Serangan yang efektif,”

Zelensky pun berterima kasih kepada insinyur tempur Ukraina yang dianggap sudah membuat alat tempur canggih tersebut.

“Pekerjaan itu dilakukan oleh drone FP baru yang telah ditingkatkan, yang sekarang dapat mencapai target pada jarak 3.000 kilometer. Saya berterima kasih kepada para insinyur Fire Point,” jelasnya. 

Saat ini kata Zelinsky, Ukraina juga tengah berupaya merebut kembali wilayah yang sempat direbut Rusia.

“Serangan jarak menengah kami terhadap target militer di wilayah Ukraina yang sementara diduduki juga terus berlangsung dan memberikan dampak nyata pada logistik militer Rusia,” paparnya.

Selain itu pada Minggu siang Zelensky juga masih membagikan video-video serangan balasan ke Rusia.

Zelensky pun berterima kasih kepada pasukannya yang berani menghadapi Rusia.

“Saya berterima kasih kepada semua pejuang kami atas ketepatan dan profesionalisme mereka. Rusia hanya memahami kekuatan, dan kekuatan jarak jauh kami tentu saja bekerja untuk perdamaian. Glory to Ukraine!” kata dia.

Rusia menanggapi ribuan serangan drone Ukraina yang berhasil menghantam Moskow pada Kamis (18/6/2026). 

Rusia memastikan serangan ribuan drone Ukraina itu akan dibalas berkali-kali lipat.

Hal itu dipastikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov usai mendengar kabar serangan brutal Ukraina di Moskow. 

Lavrov mengatakan bahwa kata-kata saja tidak cukup sebagai tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak Ukraina.

Dia memperingatkan bahwa Moskow akan terus melakukan serangan besar-besaran secara berkala terhadap target-target di Ukraina.

Hal itu disampaikan Lavrov, dalam konferensi pers di sela-sela KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia pada hari Kamis.

Lavrov mengatakan Rusia akan terus melancarkan serangan skala besar sebagai tanggapan atas tindakan Kiev.

"Bukan suatu kebetulan bahwa presiden mengumumkan beberapa waktu lalu, setelah aksi nekat lain dari teroris Kiev, bahwa kita sekarang akan melakukan serangan kelompok besar-besaran secara teratur,”

“Terhadap target yang kondisinya secara langsung memengaruhi kemampuan tempur Angkatan Bersenjata Ukraina. Tugas ini telah ditetapkan oleh panglima tertinggi, dan angkatan bersenjata,” 

Baca juga: Panas! PBB dan Israel Saling Serang untuk Pertamakalinya di Rapat

Sebelumnya serangan ribuan drone Ukraina ke Moskow, Rusia terjadi pada Kamis (18/6/2026). 

Serangan tersebut merupakan serangan balasan Ukraina ke Rusia karena sebelumnya Rusia telah menyerang sebuah situs bersejarah di Kota Kyiv, Ukraina.

Dari video yang viral, terlihat Kota Moskow mencekam karena serangan ribuan drone Ukraina. 

Disebutkan saking banyaknya drone Ukraina, Rusia pun kewalahan mencegat sehingga banyak drone yang kemudian jatuh di daratan Moskow. 

Terlebih seperti dilaporkan Guardian, drone Ukraina tepat menghancurkan kilang minyak Rusia sehingga menimbulkan asap hitam yang pekat.

Drone tersebut menghantam kilang Kapotno di Moskow. Namun para pekerja tengah melakukan mogok kerja saat fasilitas itu diserang Ukraina.

Kilang minyak ini, salah satu fasilitas energi terpenting di Moskow, memasok hingga 40 persen bensin ibu kota dan sekitar 50 persen bahan bakar dieselnya.

Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan 555 drone Ukraina di berbagai wilayah semalam. 

Jumlah drone yang sebenarnya ditembak jatuh tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Namun dimuat BBC hampir 1.000 drone dan empat rudal jelajah Ukraina dicegat dan dihancurkan di seluruh negeri dalam waktu 24 jam, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Akibat serangan lalu lintas dihentikan di jalan lingkar Moskow dekat kilang minyak.

Selain itu Bandara Sheremetyevo, bandara tersibuk di Moskow, menangguhkan penerbangan dan melakukan evakuasi. 

Bahkan dilaporkan penerbangan di semua bandara utama Moskow ditangguhkan sementara pada hari Kamis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.